Foto : Sasar Kebutuhan Mendasar Masyarakat, Satgas TMMD Ke-129 Bangun Jembatan dan Talud Jalan di Desa Bulu Lor, Sabtu (1/8/2026)
PONOROGO I jktv.co.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0802/Ponorogo terus menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat. Salah satu sasaran fisik yang menjadi prioritas adalah pembangunan jembatan permanen beserta talud jalan di Dukuh Bibis, Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, guna memperlancar akses transportasi warga dan meningkatkan aktivitas perekonomian desa.

Selama bertahun-tahun, warga Dukuh Bibis dan Dukuh Gupit mengalami keterbatasan akses akibat belum adanya jembatan permanen yang menghubungkan kedua wilayah tersebut. Untuk mengangkut hasil panen dari sawah dan ladang, masyarakat terpaksa memutar melalui Dukuh Bulu dan Dukuh Ngipik dengan jarak mencapai hampir delapan kilometer.
Melihat kondisi tersebut, Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0802/Ponorogo membangun jembatan permanen yang menghubungkan Dukuh Bibis dan Dukuh Gupit. Pada Sabtu (1/8/2026), belasan personel TNI bersama masyarakat terlihat bergotong royong mengerjakan pembangunan jembatan sebagai wujud nyata sinergi antara TNI dan warga.
Pembangunan tidak hanya difokuskan pada konstruksi jembatan, tetapi juga mencakup pembangunan talud di sisi barat dan timur jembatan serta talud di sepanjang kanan dan kiri badan jalan menuju jembatan. Infrastruktur pendukung tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas jalan dari ancaman longsor sekaligus memperpanjang usia konstruksi.
Keberadaan jembatan dan talud jalan ini menjadi harapan besar bagi masyarakat karena diyakini akan mempercepat mobilitas warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendorong peningkatan aktivitas sosial dan ekonomi di Desa Bulu Lor.
Salah seorang warga Dukuh Gupit, Damun (60), mengaku bersyukur atas pembangunan yang selama puluhan tahun dinantikan tersebut.
“Sejak zaman dahulu belum pernah ada pembangunan jembatan permanen di sini. Selama ini kami hanya menggunakan jembatan sesek dari anyaman bambu yang hanya bisa dilewati pejalan kaki atau sepeda motor tanpa membawa beban berat. Dengan adanya jembatan ini nanti, kami akan jauh lebih mudah mengangkut hasil panen,” ujarnya.
Meski bukan warga Dukuh Bibis, Damun tetap ikut bergotong royong membantu proses pembangunan. “Saya memang warga Gupit, tetapi nantinya juga akan sering melewati jembatan ini. Karena itu saya ikut membantu bapak-bapak TNI agar pembangunan cepat selesai dan segera bisa dimanfaatkan bersama,” tambahnya.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan personel Satgas TMMD bersama masyarakat menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun desa. Melalui pembangunan jembatan dan talud jalan ini, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin baik, biaya transportasi masyarakat berkurang, dan kesejahteraan warga Desa Bulu Lor terus meningkat.
- Reporter : Anang Sastro.












