Dapur SPPG Program MBG di Tulakan Pacitan Berdampingan Pertamini, Warga Khawatir Risiko Kebakaran

Foto : Dapur SPPG Program MBG di Tulakan Pacitan Berdampingan Pertamini, Warga Khawatir Risiko Kebakaran, Rabu (19/8/2026)

PACITAN|jktv.co.id – Keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Pacitan–Lorok, Desa Bunggur, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, fasilitas dapur yang beroperasi setiap hari itu berdiri tepat berdampingan dengan unit penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran atau Pertamini.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran sekaligus tanda tanya besar di kalangan pengguna jalan dan warga sekitar terkait aspek keselamatan dan potensi bahaya kebakaran. Sebab, aktivitas di dapur SPPG terus-menerus menggunakan sumber api besar untuk memasak dalam skala produksi massal yang dinilai sangat rawan jika berdekatan dengan tempat penyimpanan dan pengisian bahan bakar yang mudah terbakar.

Ferry, 38 tahun, salah satu warga Kecamatan Tulakan yang ditemui awak media pada Rabu (19/8/2026), menyampaikan kekhawatirannya. Menurutnya, keamanan dan keselamatan di lokasi demikian harus menjadi prioritas utama.

“Ini bukan dapur rumah tangga biasa, melainkan fasilitas produksi skala besar. Jelas sangat berisiko apabila berdekatan dengan penjualan BBM,” ungkap Ferry.

Menanggapi keresahan yang berkembang, Purnomo, 47 tahun, selaku pemilik lahan sekaligus pengelola unit Pertamini di lokasi tersebut, memberikan penjelasan. Ia menyebutkan bahwa SPPG yang dikelola oleh Yayasan Sighrul Kulbun yang berasal dari Banjarnegara, Jawa Tengah, menyewa lahannya sejak Februari 2026.

Terkait isu keamanan dan potensi kebakaran, Purnomo menyatakan jarak antara pom mini dengan bangunan SPPG berkisar sekitar 45 meter dan dinilai sudah memenuhi batas aman.

“Sudah dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR), serta kompor yang digunakan di dapur juga telah dilengkapi sistem pengaman otomatis,” tegas Purnomo, berusaha meyakinkan publik bahwa kedua fasilitas tersebut tetap beroperasi dalam batas keamanan yang wajar.

Meski demikian, masyarakat tetap berharap pihak terkait, termasuk pengelola program MBG dan instansi berwenang, segera melakukan peninjauan serta memberikan jaminan keamanan yang memadai agar tidak menimbulkan risiko yang membahayakan keselamatan bersama.Hingga berita ini tulis dan di turunkan awak media belum bisa menemui kepala SPPG Yayasan Sighrul Kulbun.

  • Reporter : Hargo.  
JK TV Copyright