Foto : 52 Hari Dikerjakan Siang-Malam, The Tamperan Cruiser Siap Bawa Wisata Bahari Pacitan Mendunia.
PACITAN|jktv.co.id – Hanya dalam waktu 52 hari, tanpa henti siang dan malam, sejak tanggal 30 Juni hingga 20 Agustus 2026, sebuah karya kebanggaan anak-anak desa Pacitan akhirnya siap menyentuh perairan laut.
Bermula dari sederhana bengkel kerja di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, Bambang Purnomo bersama para pemuda yang berasal dari Sidomulyo, Kalipelus, dan Klesem, dengan ketekunan dan semangat yang tak kenal lelah, berhasil melahirkan The Tamperan Cruiser sebuah kapal wisata yang membawa satu misi besar: membuat wisatawan tidak sekadar datang berkunjung ke Pacitan, tetapi ingin tinggal lebih lama dan menikmati pesonanya sepenuh hati.
Kapal ini dikembangkan oleh PT Janenake Kahfi Andalan di bawah pimpinan Muhammad Rofiqin, atau yang akrab disapa Pak Mamat. Selama ini, pihaknya mencatat bahwa setiap harinya lokasi tersebut didatangi wisatawan dari berbagai daerah di luar kota Pacitan, namun sayangnya lebih dari 70 persen di antaranya hanya berkunjung sebentar dan tidak menginap.
Dari permasalahan inilah gagasan besar itu kemudian lahir: “Bagaimana caranya membuat wisatawan datang, menginap, lalu menikmati Pacitan lebih lama lagi?”.
Sunset to Sunrise, Pengalaman Baru yang Tak Tergantikan:
Konsep yang ditawarkan sungguh memikat hati. Datanglah saat sore hari, nikmati keindahan matahari terbenam yang memukau, bermalam di Pacitan, bangun pagi dengan segar, lalu naik kapal menyambut matahari terbit langsung dari tengah luasnya laut. Inilah pengalaman baru yang eksklusif ditawarkan oleh The Tamperan Cruiser.
Bukan sekadar kapal wisata biasa, kehadirannya menjadi alasan baru bagi siapa saja untuk tinggal lebih lama di Pacitan. Dampaknya pun dirasakan luas, menggerakkan roda perekonomian mulai dari hotel, restoran, usaha mikro kecil dan menengah, transportasi, para nelayan, pemandu wisata, hingga destinasi-destinasi lainnya yang ada di daerah ini.
Lihatlah Pacitan dari Laut yang Berbeda:
Selama ini, keindahan Pacitan lebih banyak dinikmati dari daratan, tepian pantai, dan puncak pegunungan. Kini, saatnya menikmati Pacitan dari sudut pandang yang berbeda dari tengah laut. Menikmati matahari terbenam dan terbit, menjelajahi teluk-teluk cantik, menikmati perjalanan memancing, hingga pelayaran khusus yang bisa disesuaikan dengan keinginan.
Pada tanggal 20 Agustus 2026, kapal ini untuk pertama kalinya menyentuh permukaan laut. Sebuah karya murni anak desa, dibangun dengan tangan sendiri di Pacitan, dan siap membawa nama Pacitan terbang lebih jauh ke seluruh penjuru negeri,”tandasnya.
- Reporter: Hargo.












