HUT Kabupaten Wonogiri Ke-285, “Manunggal Sedya” Spirit Persatuan dalam Jejak Sejarah Wonogiri

Foto : HUT Kabupaten Wonogiri Ke-285, Spirit Persatuan dalam Jejak Sejarah Wonogiri, Selasa (19/5/2026).

WONOGIRI I jktv.co.id – Suasana sakral bercampur nuansa budaya Jawa menyelimuti Kompleks Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Selasa (19/5/2026). Dalam balutan busana adat tradisional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menggelar resepsi peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri dengan menghadirkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan daerah.

Ratusan tamu undangan tampak memenuhi area pendapa sejak pagi hari. Para pria mengenakan beskap lengkap dengan belangkon dan kain jarit, sedangkan kaum perempuan tampil anggun mengenakan kebaya. Kehadiran para pejabat daerah, tokoh agama, pelaku usaha, hingga organisasi masyarakat memperkuat nuansa kebersamaan dalam peringatan hari jadi tersebut.

Bupati Setyo Sukarno dalam sambutannya mengatakan usia Kabupaten Wonogiri yang hampir mencapai tiga abad menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi pembangunan daerah. Menurut dia, tantangan sosial dan ekonomi saat ini membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Ia menjelaskan tema, “Manunggal Sedya” yang diangkat pada peringatan tahun ini memiliki makna bersatunya tekad dan tujuan masyarakat Wonogiri. Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi daerah yang memiliki keberagaman karakter wilayah maupun latar belakang masyarakat.

“Wonogiri memiliki kompleksitas geografis yang lengkap, mulai dari pegunungan hingga kawasan pantai. Karena itu, persatuan menjadi hal penting dalam menghadapi tantangan pembangunan,” ujar Setyo di hadapan tamu undangan.

Menurut dia, sejarah Wonogiri tidak dapat dipisahkan dari perjuangan Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa yang membangun fondasi pemerintahan di kawasan Bumi Nglaroh, Desa Pule, Kecamatan Selogiri, sekitar 285 tahun lalu. Semangat perjuangan tersebut, kata dia, menjadi inspirasi dalam membangun daerah saat ini.

Selain prosesi resepsi, kegiatan juga diisi dengan pertunjukan seni tradisional Jawa. Alunan gamelan dan penampilan tari daerah ditampilkan sebagai bentuk pelestarian budaya lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Wonogiri.

Sejumlah tamu undangan menilai peringatan hari jadi daerah bukan hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga nilai kebersamaan di tengah perkembangan zaman. Semangat gotong royong dinilai tetap relevan untuk mendukung kemajuan daerah.

Peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri diharapkan menjadi penguat komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan daerah.

“Melalui tema Manunggal Sedya, Pemkab Wonogiri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan serta melanjutkan semangat perjuangan para pendahulu,” tandasnya.

  • Reporter : Hargo. 
JK TV Copyright