Sutrisno Budi, S.H.,M.H : Jangan Sampai Sejarah Kelam PSHT Terulang

Foto : Sutrisno Budi, S.H.,M.H : Jangan Sampai Sejarah Kelam PSHT Terulang, Sabtu (23/5/2026). 

JAKARTA I jktv.co.id – Mantan Lembaga Hukum dan Advokat (LHA) Persaudaraaan Setia Hati Terate (SH Terate) Pusat, Sutrisno Budi, S.H., M.H kembali menyampaikan pesan moral terkait dinamika konflik yang terjadi di tubuh Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate). Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak menjadikan ego kelompok dan kesombongan sebagai pemicu rusaknya nilai persaudaraan yang selama ini menjadi ruh organisasi.

Dalam keterangannya kepada media JKTV.co.id , Sutrisno Budi menegaskan bahwa konflik berkepanjangan tidak akan melahirkan pemenang sejati. Sebaliknya, pertikaian hanya akan meninggalkan luka, permusuhan panjang, dan mengulang sejarah kelam perpecahan yang pernah terjadi sebelumnya.

“Tidak ada pihak yang akan benar-benar menang. Persaudaraan-lah yang akan kalah. Alangkah berdosanya kita apabila ego dan kesombongan terus menjerumuskan persaudaraan ke dalam pertikaian yang tidak berujung,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Ia menilai, pihak yang merasa kuat karena memiliki legalitas formal belum tentu memperoleh dukungan tulus dari seluruh saudara. Di sisi lain, kelompok yang merasa besar karena jumlah anggota maupun sejarah juga dinilai dapat kehilangan simpati apabila mempertahankan sikap arogan dan merasa paling benar.

Menurut Sutrisno Budi, kondisi tersebut harus menjadi bahan renungan bersama agar konflik tidak terus diwariskan dan berkembang menjadi permusuhan antar saudara.

Ia menegaskan bahwa SH Terate sejatinya lahir sebagai wadah persaudaraan dan ajaran luhur untuk menciptakan kebaikan bagi kehidupan masyarakat, sesuai nilai “Memayu Hayuning Bawana”, yakni memperindah dan menjaga keselamatan dunia.

“SH Terate seharusnya menjadi karunia Tuhan untuk kebaikan dunia, bukan justru menjadi penyebab lahirnya perpecahan dan konflik berkepanjangan antar saudara sendiri,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen SH Terate untuk mulai menurunkan ego, menghentikan saling klaim kebenaran, dan kembali mengedepankan musyawarah demi menjaga marwah organisasi.

Menurutnya, persaudaraan harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan pribadi. Sebab jika konflik terus dipelihara, dampaknya tidak hanya dirasakan internal organisasi, tetapi juga dapat mengganggu ketenteraman masyarakat luas.

“Kita adalah SH Terate. SH Terate adalah Kita,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai utama dalam SH Terate bukan semata kekuatan organisasi, melainkan persaudaraan, kerukunan, dan tanggung jawab moral untuk menjaga warisan luhur agar tetap menjadi perekat, bukan sumber perpecahan.

  • Reporter : Timsus. 
JK TV Copyright