Bulog Ponorogo Salurkan Bantuan Pangan untuk 139 Ribu Keluarga, Perkuat Ketahanan Pangan dan Daya Beli Masyarakat

Foto : Bulog Ponorogo Salurkan Bantuan Pangan untuk 139 Ribu Keluarga, Perkuat Ketahanan Pangan dan Daya Beli Masyarakat, Selasa (9/6/2026).

PONOROGO I jktv.co.id – Perum Bulog Kantor Cabang Ponorogo terus menjalankan perannya sebagai garda terdepan dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui penyaluran bantuan pangan pemerintah kepada masyarakat penerima manfaat di Kabupaten Ponorogo. Program yang merupakan alokasi Februari dan Maret 2026 tersebut menjangkau sekitar 139 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh kecamatan dan desa.

Penyaluran bantuan pangan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus memperkuat daya beli keluarga berpenghasilan rendah. Melalui program ini, setiap penerima memperoleh bantuan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Karena penyaluran dilakukan untuk dua bulan sekaligus, masing-masing keluarga menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Ponorogo, Budiwan Susanto, mengatakan bahwa Bulog mendapat mandat dari pemerintah untuk memastikan bantuan pangan dapat tersalurkan kepada masyarakat secara tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.

“Pemerintah menugaskan Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat penerima manfaat. Untuk Kabupaten Ponorogo, jumlah penerimanya mencapai sekitar 139 ribu keluarga yang tersebar di seluruh wilayah,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Foto : Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Ponorogo, Budiwan Susanto, saat di temui di kantornya, Selasa (9/6/2026).

Menurut Budiwan, program bantuan pangan tidak hanya bertujuan membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan nasional dan mengendalikan gejolak harga di tingkat konsumen.

“Bantuan pangan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Dengan terpenuhinya sebagian kebutuhan pokok masyarakat, diharapkan daya beli tetap terjaga,” jelasnya.

Proses distribusi bantuan telah dimulai sejak akhir Mei 2026 dan ditargetkan selesai pada pertengahan Juni. Dalam pelaksanaannya, Bulog berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga aparat TNI melalui Kodim setempat guna memastikan penyaluran berjalan lancar dan tertib.

Sinergi tersebut menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program, terutama mengingat cakupan wilayah penerima yang cukup luas dan tersebar hingga pelosok desa. Hingga saat ini, proses distribusi berlangsung sesuai rencana tanpa kendala berarti.

Data penerima manfaat yang digunakan dalam program ini berasal dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Sosial. Data tersebut mengacu pada keluarga yang masuk dalam kategori prioritas penerima bantuan berdasarkan pemutakhiran data sosial ekonomi nasional.

Budiwan (Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Ponorogo_red), menegaskan bahwa Bulog berkomitmen menjalankan setiap penugasan pemerintah yang berkaitan dengan pengelolaan cadangan pangan dan distribusi bantuan kepada masyarakat. Sebagai badan usaha yang mendapat amanah dalam penguatan ketahanan pangan nasional, Bulog terus memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

“Bulog tidak hanya bertugas menjaga stok dan distribusi pangan, tetapi juga hadir untuk mendukung program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami berupaya agar bantuan yang diberikan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap bantuan pangan yang disalurkan dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi keluarga kurang mampu yang masih menghadapi tantangan ekonomi dan kenaikan biaya kebutuhan sehari-hari.

Selain memberikan manfaat langsung kepada penerima, program bantuan pangan juga memiliki dampak yang lebih luas terhadap perekonomian daerah. Ketersediaan pangan yang terjaga dan stabilitas harga yang terkendali menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat serta menjaga inflasi pangan tetap terkendali.

“Harapan kami, bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. Apabila ke depan terdapat penugasan lanjutan dari pemerintah, Bulog siap kembali melaksanakan distribusi bantuan demi mendukung kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas pangan,” pungkasnya.

Melalui penyaluran bantuan pangan ini, Bulog kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, memperkuat perlindungan sosial, dan memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi di seluruh wilayah Kabupaten Ponorogo.

  • Reporter : Anang Sastro. 
JK TV Copyright