Dipicu Deadlock Pembahasan Kejurkab, Ketua IPSI Ponorogo H. Miseri Efendi Nyatakan Mundur di Tengah Forum

Foto : Ketua IPSI Ponorogo H. Miseri Efendi, S.H., M. Si saat Nyatakan Mundur di Tengah Forum, Selasa (14/7/2026). 

PONOROGO I jktv.co.id– Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Ponorogo, H. Miseri Efendi, S.H., M.H menyatakan mundur dari jabatannya saat rapat pembahasan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat di Rumah kediamannya Joglo, Jalan Nanas, Kelurahan Keniten, Ponorogo, Selasa (14/7/2026) lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah rapat yang membahas pelaksanaan Kejurkab Pencak Silat. Forum yang dihadiri jajaran pengurus IPSI dan panitia itu berlangsung alot akibat perbedaan pandangan mengenai mekanisme pendaftaran peserta.

Saat di konfirmasi, H. Miseri Efendi menjelaskan, sebelum rapat digelar dirinya telah berupaya mempertemukan pihak-pihak yang memiliki pandangan berbeda. Namun, masing-masing tetap bertahan pada pendiriannya.

“Sudah saya undang semuanya untuk mencari jalan tengah. Namun setelah dipertemukan, masing-masing tetap pada pendiriannya. Ada yang menginginkan Kejurkab hanya melalui pintu perguruan, sementara panitia tetap mengacu pada Technical Handbook (THB) yang membuka pendaftaran secara umum,” ujar Miseri.

Menurutnya, keputusan mendukung sistem pendaftaran terbuka diambil setelah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Kejurkab sebelumnya. Dari 25 perguruan yang ada di Ponorogo, hanya 13 perguruan yang saat itu mengirimkan atlet.

“Kami belajar dari pengalaman sebelumnya. Dari 25 perguruan, yang mengikuti Kejurkab hanya 13. Karena itu kami mendukung pendaftaran dibuka secara umum agar kesempatan menjaring atlet berprestasi semakin luas dan target prestasi Ponorogo dapat meningkat,” katanya.

Ia menegaskan, sistem pendaftaran terbuka tidak menghilangkan hak perguruan untuk mengikuti Kejurkab. Menurutnya, seluruh unsur, baik perguruan, klub, instansi maupun perguruan tinggi tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftarkan atletnya.

“Perguruan tetap boleh mendaftar, klub boleh mendaftar, instansi boleh mendaftar, perguruan tinggi juga boleh mendaftar. Semakin banyak peserta, semakin sehat kompetisinya dan semakin besar peluang menemukan atlet-atlet terbaik,” jelasnya.

Miseri juga menegaskan bahwa Technical Handbook (THB) telah ditandatangani panitia dan disosialisasikan sebelum muncul keberatan dari salah satu pihak.

“THB sudah ditandatangani panitia dan sudah disampaikan kepada seluruh pihak. Selama tidak mengurangi hak perguruan, menurut kami aturan itu tetap harus dijalankan,” tegasnya.

Perbedaan pandangan yang tidak menemukan titik temu membuat rapat berakhir tanpa keputusan atau deadlock. Dalam situasi tersebut, H. Miseri Efendi mengaku memilih menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Ketua IPSI Kabupaten Ponorogo.

“Karena forum mengalami deadlock dan masing-masing tetap mempertahankan pendapatnya, saya memilih mengundurkan diri. Tujuan saya hanya satu, bagaimana pencak silat Ponorogo bisa semakin berprestasi. Kalau tujuan itu tidak bisa disepakati bersama, lebih baik saya mundur,” ungkapnya.

Saat di konfirmasi, Ia juga membenarkan bahwa pernyataan pengunduran diri tersebut disampaikan lebih dari sekali selama rapat berlangsung.

“Memang benar saya menyampaikan pengunduran diri malam itu. Bahkan bukan hanya tiga kali, mungkin berkali-kali saya sampaikan karena forum sudah tidak menemukan titik temu,” ujarnya.

Meski menyatakan mundur, H. Miseri memastikan dirinya tetap siap membantu jalannya organisasi hingga ada keputusan resmi dari Pengurus Provinsi IPSI Jawa Timur mengenai kepengurusan selanjutnya.

“Saya tetap siap membantu sampai ada keputusan dari provinsi. Yang paling penting bagi saya adalah pembinaan atlet dan prestasi pencak silat Ponorogo tetap berjalan,” katanya.

Ia juga berharap polemik mengenai pelaksanaan Kejurkab tidak mengorbankan kepentingan atlet. Menurutnya, semangat membuka pendaftaran secara umum merupakan upaya memperluas ruang kompetisi agar Ponorogo memiliki lebih banyak atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keputusan resmi dari Pengurus Provinsi IPSI Jawa Timur terkait tindak lanjut atas pernyataan pengunduran diri H. Miseri Efendi maupun mekanisme penyelesaian polemik pelaksanaan Kejurkab Pencak Silat di Kabupaten Ponorogo.

  • Reporter : Minul Anggraeni.
  • Editor : KRA. Anang Sastro. 
JK TV Copyright