Stok Beras Bulog Ponorogo Capai 102.000 Ton, Dipastikan Aman Hingga Akhir Tahun 2026

Pimpinan Cabang Perum Bulog Kantor Ponorogo, Budiwan Susanto, bersama Waka Bulog, saat di temui di Kantor nya, Rabu (12/8/2026).

PONOROGO I jktv.co.id – Ketersediaan pangan, khususnya beras, di Kabupaten Ponorogo dipastikan dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2026. Perum Bulog Kantor Cabang Ponorogo menyatakan stok yang tersedia saat ini mencapai sekitar 102.000 ton, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras maupun gejolak harga di pasaran.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Ponorogo, Budiwan Susanto, menyampaikan bahwa kondisi stok beras di wilayah Ponorogo saat ini cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain menjamin ketersediaan, Bulog juga terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

“Untuk stok saat ini aman. Dengan ketersediaan yang ada, kami memastikan kebutuhan masyarakat sampai akhir tahun tetap terjaga,” ujar Budiwan, Rabu (12/8/2026).

Ia menjelaskan, kondisi harga beras di Ponorogo hingga saat ini juga relatif stabil. Bulog terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga sekaligus memastikan pasokan tetap tersedia di berbagai jalur distribusi.

Penyerapan Gabah Terus Digenjot:
Selain menjaga stok, Bulog Ponorogo juga terus memperkuat penyerapan hasil panen petani. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dengan produksi gabah petani di daerah.

Untuk tahun 2026, lanjut Budiman (Pimpinan Bulog Cabang Ponorogo_red), Perum Bulog Kantor Cabang Ponorogo mendapatkan target penyerapan sebesar 79.264 ton setara beras. Sementara untuk komoditas jagung, Bulog juga mendapatkan tambahan target penyerapan sebesar 9.055 ton.

Hingga menjelang akhir Juli 2026, realisasi penyerapan beras disebut telah mencapai sekitar 76.000 ton setara beras, atau sekitar 96 persen dari target tahunan.

Dalam perkembangan terbaru, tingkat serapan gabah di wilayah Ponorogo disebut telah mencapai sekitar 98,5 persen. Tingginya serapan tersebut menunjukkan bahwa penyerapan hasil produksi petani terus berjalan dan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat cadangan pangan daerah.

“Penyerapan terus kami lakukan. Ini penting agar hasil panen petani dapat terserap dengan baik sekaligus memperkuat cadangan beras Bulog,” jelas Budiwan.

Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Operasi Pasar Tetap Berjalan: Untuk menjaga daya beli masyarakat, Bulog Ponorogo juga tetap menjalankan berbagai program stabilisasi pasokan dan harga pangan, termasuk Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar.

Program tersebut dilakukan dengan memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga yang lebih terjangkau. Penyaluran tidak hanya dilakukan melalui pasar tradisional, tetapi juga melalui toko-toko yang menjadi jaringan distribusi Bulog.

Budiwan mengatakan, pengisian stok di pasar dan toko dilakukan secara rutin. Bahkan, toko modern juga menjadi bagian dari jaringan distribusi untuk memastikan beras tersedia lebih dekat dengan masyarakat.

“Pasar tetap kami isi setiap minggu. Toko-toko juga kami isi, bahkan toko modern juga kami suplai. Intinya kami ingin memastikan beras tersedia dan masyarakat mudah mendapatkannya,” katanya.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Bulog untuk menjaga ketersediaan sekaligus mencegah terjadinya kelangkaan pasokan di tingkat konsumen.
Stok Aman, Harga Diharapkan Tetap Stabil
Dengan kondisi stok yang cukup besar dan penyerapan gabah yang terus berjalan, Bulog Ponorogo optimistis stabilitas pangan di daerah dapat dipertahankan hingga penghujung tahun.

Pada kesempatan itu, Budiwan berharap keberadaan stok Bulog yang memadai dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memberikan kepastian bagi petani dalam menyerap hasil produksi.

“Harapannya dengan stok Bulog yang aman ini, harga juga tetap stabil. Masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga yang lebih terjangkau,” pungkasnya.

Ketersediaan stok, kelancaran penyerapan gabah petani, serta distribusi melalui pasar dan jaringan toko menjadi tiga langkah utama yang terus dilakukan Bulog Ponorogo untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi. Dengan demikian, masyarakat diimbau tidak perlu melakukan pembelian berlebihan karena pasokan beras di Ponorogo dalam kondisi aman dan distribusi terus berjalan secara rutin.

  • Reporter : Anang Sastro. 
JK TV Copyright