Foto : Lardi Purna Tugas, Aset PUDAM dari Rp13 Miliar naik Rp60 Miliar, Gunadi Dihadapkan Tantangan Kemarau, Rabu (30/9/2026).
PONOROGO I jktv.co.id – Direktur PUDAM Tirta Katong Kabupaten Ponorogo, Lardi, S.T., resmi memasuki masa purna tugas. Pelepasan berlangsung di Aula PUDAM Tirta Katong, Rabu (30/9/2026), dan dihadiri Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita bersama jajaran pemerintah daerah dan keluarga besar PUDAM.
Lardi tercatat memimpin PUDAM Tirta Katong sejak Januari 2013 hingga Januari 2026. Selama sekitar 13 tahun kepemimpinannya, perusahaan daerah tersebut mencatat pertumbuhan nilai aset dari sekitar Rp13 miliar menjadi Rp60 miliar.

Capaian tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Direktur PUDAM Tirta Katong, Gunadi, sebagai bagian dari apresiasi atas pengabdian Lardi. Namun, pergantian kepemimpinan sekaligus membuka babak baru bagi PUDAM, terutama dalam menjaga kualitas pelayanan dan memperluas cakupan layanan air bersih.
Gunadi kini menghadapi persoalan yang tidak ringan. Salah satunya adalah menjaga kontinuitas pasokan air di tengah musim kemarau yang berpotensi mengganggu sumber air dan distribusi kepada pelanggan.
“Segala strategi kita ambil dalam rangka untuk mengatasi ataupun mengantisipasi kekeringan di dalam perjalanan proses kemarau panjang,” ujar Gunadi, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, PUDAM telah menyiapkan skenario distribusi apabila debit atau ketersediaan air tidak mampu memenuhi kebutuhan pelanggan secara normal. Salah satu opsi yang disiapkan adalah pengaturan distribusi melalui sistem penggiliran.
“Kalau terpaksa itu ada sistem gilir, gilir aliran ataupun gilir daripada perpipaan,” jelasnya.
PUDAM juga menyiapkan distribusi air menggunakan armada tangki bagi wilayah yang tidak memungkinkan mendapatkan pasokan melalui jaringan perpipaan.
“Daerah yang sekiranya sulit untuk kita jangkau dan tidak mungkin akan kita aliri, nanti kita adakan dropping lewat tangki air,” katanya.
Saat ini, jumlah pelanggan aktif PUDAM Tirta Katong berada di kisaran 25.500 pelanggan. Angka tersebut sekaligus menunjukkan besarnya tanggung jawab manajemen baru dalam memastikan layanan tetap berjalan ketika kondisi sumber air menghadapi tekanan musim kemarau.

Di sisi lain, persoalan PUDAM bukan hanya soal mempertahankan pelayanan kepada pelanggan yang sudah ada. Tantangan berikutnya adalah memperluas jaringan ke wilayah yang hingga kini belum terjangkau layanan air perpipaan.
Gunadi mengatakan perluasan jaringan akan diusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Ponorogo, termasuk melalui dukungan penyertaan modal daerah.
“Untuk tahun depan kita antisipasi untuk menganggarkan daerah-daerah yang sekiranya nanti tidak bisa kita jangkau, belum kita jangkau. Kita upayakan untuk kita usulkan kepada pemerintah daerah agar bisa merealisasikan penyertaan modal di dalam kami melaksanakan penambahan jaringan ataupun perpipaan,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa tantangan PUDAM ke depan tidak berhenti pada aspek operasional. Perluasan cakupan pelayanan membutuhkan investasi infrastruktur, sementara kebutuhan masyarakat terhadap air bersih terus berkembang.

Karena itu, pergantian kepemimpinan dari Lardi kepada Gunadi menjadi momentum untuk memastikan capaian yang telah dibangun tidak berhenti sebagai angka aset semata, tetapi diterjemahkan menjadi pelayanan yang semakin luas, merata dan berkelanjutan.
Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita berharap PUDAM mampu meningkatkan kinerja di bawah kepemimpinan baru, terutama dalam menghadapi tekanan pelayanan selama musim kemarau.
“PUDAM harus lebih bagus lagi, apalagi kan di masa kemarau ini. Semoga ke depannya lebih baiklah,” ujar bunda Lisdyarita.
Purna tugas Lardi sekaligus menjadi penanda berakhirnya satu periode panjang kepemimpinan di PUDAM Tirta Katong. Di tangan Gunadi, tantangannya kini lebih konkret: menjaga 25.500 pelanggan tetap terlayani, mengantisipasi gangguan pasokan saat kemarau, menyediakan solusi bagi wilayah terdampak, serta memperluas jaringan ke masyarakat yang belum menikmati layanan air perpipaan.
Dengan demikian, ukuran keberhasilan kepemimpinan baru PUDAM bukan hanya seberapa besar aset perusahaan bertambah, tetapi juga seberapa jauh pelayanan air bersih mampu menjangkau masyarakat Ponorogo secara konsisten dan berkelanjutan.
- Reporter : Anang Sastro.












