DPC PKB Ponorogo Pasang Target Politik 2030: 12 Kursi DPRD dan Rebut Kursi Bupati

Foto : DPC PKB Ponorogo Pasang Target Politik 2030: 12 Kursi DPRD dan Rebut Kursi Bupati, Sabtu (24/10/2026).

PONOROGO I jktv.co.id – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ponorogo mulai memasang target politik jangka panjang. Setelah kepengurusan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Ponorogo periode 2026–2031 resmi dikukuhkan, partai tersebut membidik dua sasaran besar, meningkatkan perolehan kursi DPRD dari delapan menjadi 12 kursi dan menyiapkan kader untuk bertarung memperebutkan kursi Bupati Ponorogo pada Pilkada 2030.

Pengukuhan pengurus berlangsung di Hotel Gajah Mada, Jalan Gajah Mada, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2026). Dwi Agus Prayitno dipercaya menakhodai DPC PKB Ponorogo untuk lima tahun ke depan.

Prosesi pengukuhan dilakukan Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur, M. Subaidi Muchtar, mewakili Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Pengukuhan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan. Di balik struktur baru tersebut, PKB Ponorogo membawa agenda politik yang lebih ambisius, yakni memperkuat posisi di lembaga legislatif sekaligus membangun peluang merebut kepemimpinan eksekutif daerah.

Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur, M. Subaidi Muchtar, menegaskan bahwa peningkatan perolehan kursi DPRD menjadi salah satu target utama yang harus diperjuangkan jajaran pengurus baru.

“Jadi PKB Kabupaten Ponorogo ditarget nambah minimal empat kursi. Jadi dari delapan, jadi 12 kursi,” ujar Subaidi saat dikonfirmasi TribunJatim.com.

Target penambahan empat kursi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi PKB Ponorogo. Partai tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan struktur dan popularitas kader, tetapi juga harus mampu memperluas dukungan masyarakat serta membangun kerja politik yang konsisten hingga tingkat akar rumput.

Selain membidik peningkatan kekuatan di DPRD, PKB Ponorogo mulai mengarahkan pandangan pada Pilkada 2030. Partai ini menyatakan memiliki kader internal yang dinilai berpotensi untuk dipersiapkan dalam kontestasi pemilihan kepala daerah mendatang.

Subaidi menyebut dua nama yang dinilai memiliki kapasitas, yakni Multazam dan Dwi Agus Prayitno, yang saat ini menjabat Ketua DPRD Ponorogo.

“DPC PKB Ponorogo mempunyai kader yang mumpuni. Seperti Pak Multazam. Ada Ketua DPRD Ponorogo (Dwi Agus Prayitno),” tegasnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa PKB mulai membangun orientasi politik melampaui pemilu legislatif. Penguatan kursi parlemen diproyeksikan menjadi salah satu modal untuk memperbesar daya tawar partai dalam menentukan arah kepemimpinan daerah.

Meski demikian, penyebutan nama-nama kader tersebut belum berarti penetapan calon resmi. Peluang pencalonan masih akan ditentukan melalui proses internal partai, dinamika politik, serta perkembangan dukungan masyarakat menjelang Pilkada 2030.

Dengan masa kepengurusan 2026–2031, Dwi Agus Prayitno dan jajaran DPC PKB Ponorogo memiliki waktu untuk menerjemahkan target politik tersebut menjadi program kerja yang terukur.

Pekerjaan utamanya bukan hanya memburu tambahan kursi, melainkan memastikan mesin partai bergerak efektif, kaderisasi berjalan, dan aspirasi masyarakat menjadi bagian dari agenda perjuangan politik.

Target 12 kursi DPRD dan ambisi merebut kursi Bupati Ponorogo pada 2030 kini menjadi tolok ukur arah politik PKB ke depan.

Publik pada akhirnya akan menilai bukan dari besarnya target yang diumumkan saat pengukuhan, melainkan dari kemampuan pengurus baru membangun kepercayaan, menjaga soliditas internal, dan menghadirkan kerja nyata bagi masyarakat Ponorogo.

Bagi PKB Ponorogo, periode lima tahun ke depan menjadi momentum pembuktian: memperkuat posisi di parlemen sekaligus menyiapkan langkah serius menuju panggung kepemimpinan daerah.

  • Reporter : Anang Sastro. 
JK TV Copyright