DEMAK | Jktv.co.id – Semangat belajar anak-anak tak surut meski genangan air masih menguasai sebagian wilayah Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Senin pagi (26/5), jajaran Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Tengah turun tangan membantu para pelajar agar tetap bisa mengakses sekolah.
Dengan menggunakan perahu karet dan truk dinas, personel Unit 4 Siaga SAR Ditpolairud menjemput anak-anak dari Dusun Lengkong, Kelurahan Sayung. Mereka tak hanya menyebrangkan, tapi juga menggendong anak-anak yang kesulitan melintasi genangan air dangkal.
Sebanyak 17 personel diterjunkan lengkap dengan perlengkapan keselamatan seperti pelampung, helm, dan dua unit perahu karet bermesin. Koordinasi dilakukan sejak pagi bersama Polsek Sayung sebelum tim langsung bergerak ke lokasi.
“Anak-anak ini tetap semangat bersekolah meski kondisi lingkungan mereka penuh genangan. Kami ingin memastikan mereka bisa sampai ke sekolah dengan aman,” ujar IPTU Abdul Latif Ibrahim, S.Tr.Pel., selaku Katim Unit 4 Siaga SAR, saat ditemui di lokasi.
Warga sekitar pun menyambut baik inisiatif ini. Banyak di antara mereka merasa terbantu, terutama para orang tua yang khawatir anak-anaknya tak bisa menyeberang dengan aman.
Direktur Polairud Polda Jateng, Kombes Pol Hariadi, menegaskan bahwa aksi ini adalah wujud nyata kehadiran Polri yang tak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjawab kebutuhan kemanusiaan.
“Bukan hanya soal hukum di wilayah perairan, kami juga hadir untuk masyarakat. Terutama anak-anak, yang merupakan generasi penerus bangsa. Sudah seharusnya kita semua mendukung mereka agar tetap bisa mengenyam pendidikan, apapun situasinya,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, turut mengapresiasi langkah cepat Ditpolairud. Ia menyebut aksi ini sebagai gambaran nyata Polri yang humanis dan responsif.
“Inilah bukti bahwa Polri hadir dan peduli. Ditpolairud telah memberi contoh bagaimana pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan dengan hati. Ini patut diapresiasi dan jadi inspirasi,” ungkapnya.
Aksi kemanusiaan ini tidak hanya menjadi solusi praktis di tengah bencana, tapi juga membangkitkan harapan bahwa pendidikan tetap bisa berjalan, bahkan di tengah banjir.
- Reporter : Minul Anggraeni












