Hari Pertama Grebeg Suro 2025, Sebanyak 6 Paguyuban Reog Remaja Tunjukkan Karakter dan Identitasnya

Foto : Ada 6 Paguyuban Reog Remaja Tunjukkan kemampuan, Rabu (18/6/2025). 

PONOROGO | jktv.co.id – Pada hari pertama gelaran Grebeg Suro, sebanyak 6 paguyuban Reog Remaja tampil di panggung utama Alun-alun Ponorogo dalam Festival Reyog Remaja (FRR) XXI. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Grebeg Suro tahun 2025.

Rangkaian Grebeg Suro 2025 sendiri berlangsung selama 31 hari, yang di mulai dari tanggal 4 Juni 2025, dengan berbagai acara budaya dan seni yang menarik. Pemerintah Kabupaten Ponorogo berupaya menyulap perayaan ini menjadi lebih futuristik dengan menghadirkan 31 agenda acara. Festival Reog Remaja sendiri menjadi salah satu sorotan utama, dengan peningkatan jumlah peserta yang berpartisipasi.

Festival Reog Remaja tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi generasi muda, menurut Kapala Disbudparpora Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edhi. Antusiasme masyarakat terhadap Reog Ponorogo terlihat dari tingginya minat penonton, bahkan tiket di hari pertama pertunjukan telah ludes terjual secara daring. Penetapan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh UNESCO juga turut mendongkrak minat penonton di Gelaran Grebeg Suro tahun ini.

Selain festival reog, Grebeg Suro 2025 juga dimeriahkan dengan berbagai acara lain seperti Festival Karawitan Umum, pameran bonsai, pagelaran pusaka, boyong pusaka, kirab Pusaka Ponorogo, larungan sesaji di wisata telaga ngebel dan berbagai acara yang melibatkan komunitas seni, hobi, serta pelaku UMKM.

Judha Slamet Sarwo Edhi (Kadis Budparpora_red), berharap perayaan ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian, pariwisata, dan kebanggaan masyarakat Ponorogo dan sekitarnya.
Festival yang telah menjadi ikon tahunan pemerintah Kabupaten Ponorogo ini, di hari pertama menghadirkan puluhan peserta group reog Remaja dari berbagai sekolah dan sanggar seni, di antaranya :

(1). MTSN 2 Ponorogo / Kec. Babadan – Taruno Mudho Sigolo Golo. (2). SMPN 1 Jenangan – Sardulo Mudho Nirmala. (3). ST Candra Waskitha Pulung – Widya Simha Wiraga. (4). SMPN 1 Kauman – Sardulo Candi Taruno. (5). SMPN 1 Jetis – Taruno Mudo. (6). SMPN 1 Sukorejo – Kridha Sekar Soka.

Adapun Dewan Pengamat FRR XXI yang ditunjuk untuk memberikan penilaian dan masukan terhadap penampilan peserta terdiri dari nama-nama berpengaruh di dunia seni:

(1). Muharno, S.E – Praktisi Seni Jawa timuran, Jakarta. (2). Ikasari Laksmitawati, S.Pd., M.Pd.– Praktisi Seni, Ponorogo. (3). Lilik Subari – Dosen STKW Surabaya.

Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan seni dan budaya para pelajar, tetapi juga menjadi panggung pembentukan karakter dan identitas generasi muda Ponorogo sebagai pewaris seni dan budaya Reyog asli Ponorogo, Rabu (18/6/2025).

  • Reporter : M. Anang Sastro.
JK TV Copyright