Foto : Dewan Pendidikan Ponorogo saat Audensi Bersama Bupati Sugiri Sancoko di ruang Dinas, Rabu (01/10/2025).
PONOROGO I jktv.co.id – Program Revitalisasi Gedung Sekolah SMK Negeri di beberapa titik di wilayah Ponorogo yang menyerap anggaran meliaran rupiah dari anggaran APBN tahun 2025 ini, masuk salah satu materi Audensi Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Ponorogo bersama Bupati H. Sugiri Sancoko.
Audensi yang bertempat di ruang Dinas Bupati H. Sugiri Sancoko, di pimpin sacara langsung Ketua DP, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Fajar Pramono, M.Si. Ia datang bersama jajaran pengurus lainnya, di antaranya Dr. H. Dollar Yuwono, M.Pd, Drs. KH. Syaikhudin Nasir, M.Pd, Dr. Jauhan Budiwan, M.Ag, dan Hadi Santoso, Rabu (01/10/2025).
Pertemuan Dewan Pendidikan (DP) Ponorogo bersama Bupati Sugiri Sancoko tersebut, membahas dan menyampaikan beberapa hal tentang kegiatan yang sudah berjalan dan agenda kedepan Dewan Pendidikan Ponorogo.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Fajar Pramono menjelaskan sejumlah kegiatan yang telah digelar sepanjang tahun ini, Total ada 23 kegiatan, mulai dari Rakernas III di Makassar, studi tiru ke Solo dan Malang, sosialisasi di berbagai jenjang sekolah, audiensi dengan ormas pendidikan seperti NU dan Muhammadiyah, hingga koordinasi dengan Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan forum nasional.
“Pendidikan adalah investasi masa depan, Kami berupaya agar Dewan Pendidikan hadir tidak hanya sebagai mitra pemerintah, tapi juga penyambung aspirasi masyarakat,” kata Prof. Fajar.
Ke depan, lanjut Fajar Pramono, Dewan Pendidikan Ponorogo menyiapkan sejumlah agenda strategis, di antaranya pembahasan iuran atau partisipasi orang tua dalam pendidikan, persoalan hukum yang melibatkan aparat di sekolah, optimalisasi Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga isu transportasi pelajar dan kekosongan kepala sekolah.
Sementara itu, Hadi Santoso Anggota Dewan Pendidikan (DP) Ponorogo saat di konfirmasi tentang program Revitalisasi yang ada di beberapa sekolah SMK Negeri agar setiap sekolah yang beruntung dapat bantuan revitalisasi,bisa menggunakan serta memanfaatkan anggaran tersebut sesuai dengan keperuntukannya agar tidak terjadi pelanggaran hukum.
Lebih lanjut Hdi Santoso berharap seluruh kepala sekolah jangan alergi menerima kedatangan jurnalis yang bertujuan baik. sebab jurnalis juga salah satu mitra lembaga pendidikan. Dengan demikian antara jurnalis dan sekolah / para guru tidak terjadi mis komunikasi.
“Kepala sekolah jangan pernah takut dengan Jurnalis atau Lsm, selama anggaran digunakan sebagaimana mestinya. Sebab Jurnalis dan Lsm adalah mitra kita semua,”terangnya.
- Reporter : Timsus JKTV.












