Petani Tembakau Wonogiri Ikuti Bimtek Peningkatan Kualitas Bahan Baku Tembakau

WONOGIRI | JKTV.co.id – Dinas Pertanian (Dipertan) Kabupaten Wonogiri berkolaborasi dengan Kantor Bea Cukai Surakarta dan CV. Bara Panguripan Boyolali menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kualitas Bahan Baku Tembakau. Kegiatan ini diikuti oleh 40 petani tembakau dari 19 Kecamatan di seluruh Kabupaten Wonogiri, yang dilaksanakan pada hari Senin (27/10/2025) di Resto Jawi Ngadirojo. Acara ini dibuka dengan sambutan Kepala Dinas Pertanian, Baroto Eko Pujanto, yang mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada seluruh petani tembakau di Kabupaten Wonogiri.

“Kami sangat mengapresiasi petani tembakau kita karena kerja kerasnya sehingga Kabupaten Wonogiri menjadi penghasil tembakau pada lahan seluas 2.617,7 Ha dengan produksi 3.511,3 ton per tahun,” ujanya.
Baroto mengatakan, pihaknya perlu mengadakan bimtek ini untuk membuka wawasan dan menambah pengetahuan para petani tembakau di bidang pengolahan tembakau serta memberikan sosialisasi peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait dengan pemasaran hasil panen tembakau.

Dirinya juga berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
“Saya berharap kegiatan ini bisa menimbulkan aktivitas hilirisasi di sektor tembakau, karena saat ini petani tembakau di Wonogiri menjual produknya dalam bentuk segar maupun rajangan kering di pasar lokal dan mitra perusahaan tembakau. Kedepannya semoga juga bisa menambah kesempatan kerja, sehingga pendapatan masyarakat juga ikut meningkat,” harapnya.

Dion Candra Wardhana, selaku narasumber yang berasal dari Kantor Bea Cukai Surakarta menjelaskan bahwa terdapat regulasi yang harus dipatuhi dalam menjalankan kegiatan usaha di bidang cukai tembakau.“Bila akan menjalankan kegiatan usaha, utamanya pada barang kena cukai (BKC) seperti etil alkohol, minuman mengandung etil alkohol dan hasil tembakau, maka perlu dilakukan pembuatan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC),” jelasnya.

Sementara itu Pemateri dari CV. Bara Paguripan, Bagyo, menjelaskan bahwa tembakau bukan hanya sekedar hasil panen, namun juga sebagai sumber kehidupan dan dapat diolah untuk mendapatkan nilai tambah.

“Tembakau dapat menjadi sumber penghidupan bila kita berupaya untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan tembakau. Pengolahan tembakau dilakukan agar meningkatkan nilai tambah tembakau, menciptakan rasa dan aroma yang khas sesuai selera pasar, melembutkan cita rasa tembakau asli agar lebih nyaman dinikmati, memperluas segmen pasar dan memperpanjang daya simpan,” jelasnya.
Dipertan berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan petani tembakau, sehingga dapat menghasilkan tembakau dengan produksi dan kualitas yang baik.

  • Reporter: Hargo.
JK TV Copyright