WONOGIRI | Jktv.co.id — Dalam upaya mengapresiasi dedikasi luar biasa dalam menjaga keamanan wilayah, Polres Wonogiri menggelar upacara penghargaan yang penuh khidmat di kawasan wisata alam Watu Tumpuk, Desa Sendang, Kamis pagi (15/5/2025). Acara ini juga menjadi penutup rangkaian Pelatihan Peningkatan Fungsi Teknis (FT) Samapta Tahun Anggaran 2025.
Kapolres Wonogiri, AKBP Jarot Sungkowo, S.H., S.I.K., memimpin langsung upacara yang turut dihadiri oleh Waka Polres Kompol Parwanto, S.H., M.H., para pejabat utama, Bhayangkari, serta tokoh masyarakat. Suasana sejuk perbukitan tidak mengurangi semangat para peserta upacara dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Sebanyak 22 personel Polri dan seorang warga menerima penghargaan atas kontribusi mereka dalam pengungkapan berbagai kasus menonjol. Termasuk di antaranya kasus pembunuhan berencana di Dusun Brubuh dan kasus pencurian kendaraan bermotor yang berhasil diungkap dalam waktu kurang dari sehari.
Menarik perhatian, seorang warga bernama Novansa Hengky Anggara turut dianugerahi penghargaan karena perannya yang krusial dalam memberikan informasi penting bagi pengungkapan kasus. Langkah ini menjadi simbol kemitraan erat antara polisi dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Tak hanya itu, Sat Intelkam Polres Wonogiri juga mendapat penghargaan atas keberhasilannya mencegah potensi konflik antar kelompok perguruan silat—langkah strategis dalam menjaga kondusivitas wilayah
Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata penghargaan institusi terhadap kerja keras dan pengabdian tulus.
“Kita ingin membuktikan bahwa setiap usaha menjaga keamanan, sekecil apapun, memiliki arti besar. Dan tidak akan pernah ada pengorbanan yang sia-sia,” tegas AKBP Jarot.
Kegiatan dilanjutkan dengan penutupan pelatihan peningkatan FT Samapta yang telah berlangsung sejak 14 Mei 2025. Sebanyak 19 personel Polri mengikuti pelatihan yang bertujuan meningkatkan kemampuan fisik dan teknis dalam menjalankan tugas di lapangan.
Tradisi penyematan baret dan penyiraman bunga menjadi penutup simbolis, menandai semangat baru para peserta dalam mengemban tugas sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Keseluruhan kegiatan berjalan lancar dan penuh semangat kebersamaan, menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tugas kepolisian, melainkan hasil sinergi antara aparat dan warga yang peduli.
- Reporter : Minul Anggraeni













