Murni Untuk Kesejahteraan Masyarakat, Program P3-TGAI Tahun 2026 di Desa Gondowido-Talun Rampung Dikerjakan

Foto : Murni Untuk Kesejahteraan Masyarakat, Program P3-TGAI Tahun 2026 di Desa Gondowido-Talun Rampung Dikerjakan, Rabu (03/9/2026). 

PONOROGO I jktv.co.id – Pernyataan tegas disampaikan Anggota DPR RI, Dr. H. Ali Mufthi, S.Ag., M.Si, saat meninjau rampungnya Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di wilayah Desa Gondowido-Talun melalui Himpunan Penduduk Pemakai Air (HIPPA), murni untuk kesejarterasn masyarakat.

Dr. H. Ali Mufthi menegaskan bahwa program tersebut diperuntukkan bagi masyarakat, khususnya petani. Ia juga secara terbuka menjawab pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat mengenai kemungkinan adanya fee atau keuntungan yang diterima dirinya maupun tim dari program tersebut.

Dr. H. Ali Mufthi memastikan tidak ada bagian dari anggaran P3-TGAI yang diambil untuk kepentingan pribadinya. “Ada pertanyaan, Pak Ali nopo angsal duet saking P3-TGAI, ada sebagian yang tanya fee. Niku sedoyo kagem masyarakat. Saya dan tim tidak boleh ambil sepersen pun uang dari yang sudah masuk ke desa,” tegas Dr. H. Ali Mufthi, Rabu (03/9/2026).

Pernyataan tersebut menjadi penegasan penting mengenai posisi dirinya dalam memperjuangkan program infrastruktur bagi masyarakat. Menurut Dr. H. Ali Mufthi, bahwa anggaran yang telah masuk ke desa harus memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada penerima program.

  • Bukan Sekadar Bangunan, Masyarakat Harus Ikut Merasakan Manfaat:

Lebih lanjut, Dr. H. Ali Mufthi menilai keberhasilan P3-TGAI tidak cukup hanya dilihat dari selesainya pembangunan jaringan irigasi. Program tersebut harus memberikan manfaat langsung kepada petani sekaligus membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat desa.
“Ini infrastruktur berbasis masyarakat. P3-TGAI supaya para petani semakin baik. Misinya agar masyarakat dapat pekerjaan dari P3-TGAI dan PISEW,” jelasnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat setempat dalam pengerjaan program. Dengan pola tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima hasil pembangunan, tetapi juga memperoleh kesempatan mendapatkan penghasilan selama proses pengerjaan. “Kami haramkan pekerjaan itu diborongkan. Masyarakat bekerja dapat ongkos untuk keluarga,” katanya.

Dr. H. Ali Mufthi mengakui bahwa di sejumlah tempat terdapat pekerjaan yang diborongkan kepada pihak lain atau CV. Namun, ia menyatakan tetap akan memperjuangkan bantuan selama pelaksanaan program memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

“Di sebagian tempat ada yang diborongkan ke CV. Menawi persyaratan niki tetap terpenuhi, kulo paringi maleh. Ini bentuk transparansi kulo kagem panjenengan,” lanjutnya.

  • Irigasi Diharapkan Dongkrak Produktivitas Petani:

Rampungnya pembangunan P3-TGAI Gondowido-Talun diharapkan mampu memperbaiki kelancaran pengairan lahan pertanian. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas petani, terutama dalam memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Dr. H. Ali Mufthi mengaku bersyukur program tersebut dapat diselesaikan dan berharap manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. “Bersyukur jika P3-TGAI Gondowido-Talun atau HIPPA ini sudah selesai pembangunannya. Sehingga masyarakat petani bisa sae, kesejahteraannya meningkat. Kalau sudah selesai, marem,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat menjaga hasil pembangunan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. “Harapannya agar pembangunan ini dijogo (dijaga). Ali Mufthi tidak dapat keuntungan secara materi,” pungkasnya.

  • Desa Gondowido Siap Rawat Infrastruktur:

Sementara itu, Kepala Desa Gondowido, Baskoro Widha Mandala, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas terealisasinya bantuan P3-TGAI di wilayahnya.

Menurut Baskoro, pembangunan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya petani yang membutuhkan dukungan sarana pengairan untuk menunjang kegiatan pertanian. “Kami menyampaikan terima kasih, semoga bermanfaat. Kami siap menjaga dan semoga tahun depan dapat bantuan lagi,” harap Baskoro.

Dengan rampungnya P3-TGAI Gondowido-Talun, perhatian kini tidak hanya tertuju pada selesainya pembangunan fisik. Tantangan berikutnya adalah memastikan infrastruktur tersebut dirawat, dimanfaatkan secara optimal, dan benar-benar memberikan dampak terhadap produktivitas serta kesejahteraan masyarakat petani.

  • Reporter : Anang Sastro. 
JK TV Copyright