Foto : Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita menyerahkan Sertifikasi kepada pelaku Kuliner Ponorogo, Senin (24/8).
PONOROGO I jktv.co.id – Berkunjung ke Kabupaten Ponorogo belum lengkap tanpa mencicipi kuliner khasnya. Sate Ponorogo dan Dawet Jabung menjadi dua di antara sajian yang selama ini lekat dengan identitas kuliner Kota Reog.
Potensi tersebut kini mendapat penguatan melalui penetapan empat sentra kuliner sebagai Kampung Halal. Empat kawasan tersebut meliputi Kampung Sate di Kelurahan Nologaten, Purbosuman, dan Setono, serta Kampung Dawet di Desa Jabung.
Penetapan ini ditandai dengan penyerahan sertifikat halal kepada para pelaku usaha oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Jawa Timur bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo. Penyerahan berlangsung di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Ponorogo, Senin (24/8).
Plt Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, menyambut positif bertambahnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah mengantongi sertifikasi halal.
Menurutnya, sertifikasi halal memberikan manfaat bagi kedua sisi, yakni pelaku usaha dan konsumen. Bagi masyarakat, sertifikasi memberikan kepastian serta rasa aman terhadap produk yang dikonsumsi.
Sementara bagi pelaku UMKM, sertifikasi halal dapat menjadi nilai tambah sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Alhamdulillah, semakin banyak pelaku UMKM di Ponorogo yang telah mendapatkan sertifikasi halal. Ini tentu menjadi kabar baik, baik bagi pelaku usaha maupun bagi masyarakat sebagai konsumen,” ujarnya.
Bunda Lisdyarita panggilan akrabnya, berharap produk kuliner khas Ponorogo yang telah memiliki jaminan halal tidak hanya dinikmati oleh wisatawan yang datang langsung ke sentra kuliner, tetapi juga mampu dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.
“Harapannya, produk-produk UMKM kita yang sudah memiliki jaminan halal akan semakin mudah diterima masyarakat dan dapat dipasarkan lebih luas ke seluruh Indonesia,” tambahnya.
Pemkab Ponorogo juga mendorong agar keberadaan empat kampung kuliner tersebut tidak berhenti sebagai sentra perdagangan makanan. Ke depan, kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi destinasi wisata gastronomi yang mampu menawarkan pengalaman kuliner sekaligus wisata kepada pengunjung.
Konsep itu dinilai dapat memperkuat daya tarik wisata Ponorogo. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati sate dan dawet khas, tetapi juga memperoleh pengalaman yang lebih utuh dengan mengenal sentra kuliner, pelaku UMKM, serta kekayaan kuliner lokal.
“Pengunjung mendapatkan pengalaman kuliner yang lebih lengkap,” pungkasnya.
Dengan hadirnya Kampung Halal, kuliner khas Ponorogo diharapkan semakin memiliki daya saing, sekaligus menjadi bagian dari penguatan UMKM dan pengembangan sektor pariwisata daerah.
- Reporter : Anang Sastro.












