PONOROGO | Jktv.co.id –Peristiwa dugaan pelecehan terhadap seniman muda Reyog Ponorogo, Nuzulul Fitroh Faiza Maulida (21), atau akrab disapa Ulul, berakhir damai melalui jalur kekeluargaan, Selasa (13/5/2025). Insiden yang sempat viral dan menyita perhatian publik ini terjadi pada Sabtu (10/5) saat pentas Reyog di kawasan Tugurejo, Kecamatan Sawoo, Ponorogo.
Proses perdamaian difasilitasi oleh Mbah Pur dari Majelis Pewayangan dan Warok Geni (MPWG), dengan disaksikan perwakilan Polsek Sawoo, panitia kegiatan, dan para sesepuh Reyog Ponorogo. Pelaku, Jumono (62), akhirnya mengakui kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Ulul.
“Saya khilaf, benar-benar menyesal, dan tidak akan mengulanginya lagi. Bila kejadian serupa terjadi lagi, saya siap diproses hukum,” ujar Jumono di hadapan para tokoh masyarakat Reyog.
Ulul yang hadir dalam forum perdamaian itu menyatakan menerima permintaan maaf pelaku dan memutuskan mencabut laporan kepolisian sebagai bentuk penghormatan terhadap proses kekeluargaan yang telah dijalankan.
“Saya terima permintaan maafnya dan berharap ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, terutama kepada para seniman perempuan,” kata Ulul.
Mbah Pur dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya menjaga marwah seni Reyog dan menghormati seluruh pelaku seni yang terlibat dalam pertunjukan.
“Setiap pentas Reyog terekam video dan ditonton masyarakat luas. Kami tidak ingin ada perilaku tidak pantas yang mencoreng citra kesenian ini, terutama terhadap para seniman wanita. Ini sekaligus peringatan agar semua pihak menjaga etika,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius bahwa ruang seni harus menjadi tempat yang aman, terutama bagi generasi muda yang berperan besar dalam melestarikan budaya lokal. Komunitas Reyog berharap insiden serupa tidak terjadi lagi dan masyarakat semakin menghargai para pelaku seni.
- Reporter : Minul Anggraeni













