Foto : Komandan Kodom 0802 / Ponorogo, Letkol Arh Farauk Saputra, S.Sos., memberikan statemen kepada para awak media, Selasa (14/7/2026).
PONOROGO I jktv.co.id – Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Ponorogo memasuki tahap akhir penyelesaian. Sebanyak 252 unit KDMP yang tersebar di 21 kecamatan dipastikan mulai beroperasi pada Agustus 2026, menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Komandan Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Arh Farauk Saputra, S.Sos., MMDS, menyampaikan hingga pertengahan Juli 2026 sebanyak 159 bangunan KDMP telah selesai 100 persen. Sementara sisanya terus dikebut agar rampung pada akhir Juli.

“Yang sudah selesai 100 persen ada 159 unit. Sisanya terus kita percepat sehingga seluruh KDMP di Ponorogo siap beroperasi pada Agustus mendatang,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, saat ini fokus pekerjaan bukan hanya penyelesaian fisik bangunan, tetapi juga melengkapi sarana dan prasarana pendukung agar seluruh koperasi dapat langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Letkol Arh Farauk Saputra menambahkan, berbagai kendala teknis yang masih ditemui di lapangan seperti tanah aset daerah, ini akan diselesaikan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas terkait.

“Kami terus berkomunikasi dengan seluruh instansi terkait. Targetnya jelas, seluruh KDMP di Ponorogo harus siap beroperasi dengan baik dan tanpa kendala,” tegasnya.
Menanggapi kekhawatiran sebagian pihak terkait potensi persaingan dengan pelaku usaha maupun toko yang telah lebih dulu beroperasi, Dandim menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) justru memiliki segmentasi yang berbeda sehingga tidak akan mematikan usaha masyarakat.
“KDMP bukan hadir untuk mengambil pasar pelaku usaha yang sudah ada. Produk yang dipasarkan sebagian besar merupakan barang-barang bersubsidi dan program pemerintah yang memang disalurkan melalui koperasi. Jadi pangsa pasarnya berbeda dan lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Ia menilai KDMP merupakan instrumen pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus memperpendek rantai distribusi kebutuhan pokok masyarakat sehingga manfaat subsidi dapat diterima secara langsung oleh warga.
“Karena koperasi ini milik desa, maka manfaat ekonominya juga akan kembali ke desa. Inilah yang menjadi kekuatan KDMP dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” katanya.
Letkol Arh Farauk optimistis seluruh program Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Ponorogo akan berjalan sukses. Dengan dukungan pemerintah daerah, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan, KDMP diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.
- Reporter : KRA. Anang Sastro.












