Agus Setiyono : Grebeg Selo Desa Kupuk Wujud Nyata Melestarikan Adat Istiadat dan Tradisi Desa

Foto : Grebeg Selo Desa Kupuk Wujud Nyata Melestarikan Adat Istiadat dan Tradisi Desa, Minggu (25/5/2025).

PONOROGO | JKTV.co.id – Grebeg Selo Desa Kupuk, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur tidak lepas dari adat istiadat dan tradisi lokal. Itu terlihat dari rangkaian yang kemas dimulai sejak 23 Mei sampai dengan 25 Mei 2025.

Rangkaian yang di kemas Grebeg Selo tahun ini, dimulai sejak 23 Mei, warga Kupuk menggelar acara dengan sedekah bumi di Sendang Tunggul Wulung. Prosesi penyembelihan kambing dan doa bersama, panggung budaya penampilan seni reyog Ki Ageng Tunggul Wulung, atraksi unta dari Al Hidayah, hingga aksi atraktif dari Gembong Grib Jaya.

Tidak hanya itu saja, seni gajah-gajahan yang tampil memukau, dibawakan oleh seniman lokal seperti Ki Sentono, Ki Punjul, dan Nyi Bendinatun. Tak kalah seru, malam kedua (24/05) diisi dengan jaranan Turonggo Wulung dan puncaknya pada Minggu 25 Mei 2025 sebagi punyak Grebeg Selo di Desa Kupuk di warnai pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Wahyu Purbo Sejati” oleh dalang kawakan Ki Purbo Sasongko.

Yang membuat suasana semakin hangat adalah kehadiran langsung Bupati Ponorogo, H. Sugiri Sancoko. Kang Giri, sapaan akrabnya, duduk di barisan depan bersama Kepala Desa Kupuk, Agus Setiyono, dan menikmati pertunjukan sembari menyapa warga.

“Semoga Kupuk selalu rukun. Warganya makmur, bahagia, dan barokah,” ucap Kang Giri yang disambut tepuk tangan dan sorak sorai warga.

Sementara itu, Kepala Desa Kupuk, Agus Setiyono, S.Pd mengatakan bahwa Grebeg Selo ini bukan sekadar ritual bersih desa. Ia telah menjelma menjadi pesta rakyat yang penuh makna. Dimulai sejak 23 Mei, warga Kupuk mengawali acara dengan sedekah bumi di Sendang Tunggul Wulung. Prosesi penyembelihan kambing dan doa bersama menjadi simbol rasa syukur atas rejeki dan keselamatan yang diberikan Tuhan.

Sore harinya, panggung budaya dibuka dengan semarak penampilan seni reyog Ki Ageng Tunggul Wulung,atraksi unta dari Al Hidayah, hingga aksi atraktif dari Gembong Grib Jaya. Malamnya, giliran seni gajah gajahan yang tampil memukau, dibawakan oleh seniman lokal seperti Ki Sentono, Ki Punjul, dan Nyi Bendinatun.

Tak kalah seru, malam kedua (24/05) diisi dengan jaranan Turonggo Wulung yang mengguncang lapangan desa. Suara gamelan, deburan kaki kuda, dan pekik penari membuat suasana seperti kembali ke masa kejayaan seni tradisi.

Menurut Agus Kobor, (panggilan akrabnya_red), bahwa tradisi Grebeg Selo telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat.

“Selain sebagai bentuk syukur dan pelestarian budaya, tujuan kami juga untuk menampilkan potensi budaya dan pariwisata di Desa Kupuk. Karena semua jenis kesenian ini memang sudah tumbuh dan berkembang di sini,” tandasnya, Minggu (25/5/2025).

  • Reporter : M. Anang Sastro.
JK TV Copyright