Aksi Heroik Kompol Heru Sanusi Warnai Hari Bhayangkara ke-79 di Hadapan Presiden Prabowo

SEMARANG | Jktv.co.id –Aksi gemilang ditunjukkan Wakapolres Klaten, Kompol Heru Sanusi, dalam peringatan puncak Hari Bhayangkara ke-79 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (1/7/2025). Ia menjadi salah satu dari 23 penerjun payung yang tampil memukau di hadapan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan membentangkan logo kebanggaan Polda Jawa Tengah saat mendarat mulus di lapangan kehormatan.

Kehadiran Kompol Heru bukan sekadar menambah semarak acara kenegaraan, tetapi menjadi simbol dedikasi dan keberanian Bhayangkara sejati. Aksi tersebut menuai apresiasi luas, termasuk dari Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, yang menyebutnya sebagai inspirasi bagi seluruh anggota Polri.

“Keberhasilan Kompol Heru dalam tugas ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya profesional dalam menjaga keamanan, tetapi juga memiliki keberanian, kemampuan teknis tinggi, dan semangat juang yang patut diteladani,” ujar Kabidhumas, Jumat (4/7/2025).

Kompol Heru Sanusi (38), kelahiran Sleman dan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2008, memulai karier di Korps Brimob, tepatnya di Satuan 1 Gegana. Ia dikenal memiliki spesialisasi di bidang taktis, termasuk penugasan di Detasemen D “Bantek” dan Detasemen B “Jibom”.

Minatnya pada terjun payung dimulai sejak awal karier. Pada 2009, ia lolos seleksi pendidikan terjun payung Polri dan sejak itu terus mengasah kemampuan di udara. Meskipun kini menjabat sebagai Wakapolres Klaten, ia tetap aktif sebagai penerjun senior Polri.

Menjelang Hari Bhayangkara 2025, Kompol Heru terpilih mengikuti tim elite penerjun. Ia menjalani latihan intensif sejak H-14 dan karantina teknis sejak H-8 di Jakarta. Ia mendarat di titik utama tepat di hadapan Presiden dan tamu undangan kenegaraan sembari membentangkan logo Polda Jateng.

“Sebelum terjun, saya hanya berdoa. Fokus saya satu: mendarat tepat di titik kehormatan. Alhamdulillah, semua berjalan lancar,” ujar Kompol Heru mengenang detik-detik penerjunan.

Dukungan keluarga menjadi pondasi penting dalam setiap langkahnya. Ia menyebut sang istri sebagai kekuatan moral di balik keberaniannya menjalankan tugas berisiko tinggi ini.

“Tidak semua jenderal terjun payung. Tidak semua Wakapolres terjun. Dan tidak semua istri mengizinkan suaminya terjun. Tapi saya bersyukur istri dan anak-anak saya mendukung penuh. Bahkan mereka ikut ke Jakarta selama latihan hingga hari-H,” ungkapnya.

Kompol Heru tidak menganggap aksinya sebagai pertunjukan semata. Baginya, ini adalah bentuk pengabdian kepada negara sekaligus bukti bahwa anggota Polri bisa menunjukkan profesionalisme dalam berbagai medan, termasuk di udara.

“Saya ingin momen ini jadi teladan. Bahwa tugas apapun baik di darat maupun udara adalah wujud dedikasi kepada bangsa dan institusi. Ini juga untuk menyemangati anggota Polri lainnya, terutama generasi muda,” ucapnya.

Aksi heroik Kompol Heru Sanusi tak hanya mengharumkan nama Polres Klaten dan Polda Jateng, tetapi juga membuktikan bahwa semangat Bhayangkara bisa melambung tinggi hingga ke langit Monas demi mengabdi kepada Ibu Pertiwi.

  • Reporter : Minul Anggraeni
JK TV Copyright