Foto : Apel Purifikasi, Kasatkorcab Banser Ponorogo Yoyok Heri Saputro, Siap Kawal Muktamar NU ke-35 di Jombang, Minggu (9/8/2026).
PONOROGO I jktv.co.id – Sebanyak 1.000 kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Ponorogo mengikuti Apel Purifikasi yang digelar di kawasan Monumen Reog Sampung, Minggu (9/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas, loyalitas, serta komitmen kader Banser dalam menjalankan tugas pengabdian kepada agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama (NU).

Apel Purifikasi tidak hanya menjadi agenda konsolidasi organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan kader Banser lintas generasi. Para kader senior dan generasi penerus kembali dipertemukan dalam satu semangat perjuangan guna memperkuat ikatan persaudaraan sekaligus menjaga nilai-nilai pengabdian yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan Banser.
Kepala Satuan Kordinator Cabang (Kastkorcab) Banser Ponorogo, Yoyok Heri Saputro, S.Pd.I, menegaskan bahwa Apel Purifikasi bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menyatukan kembali semangat perjuangan Banser yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

“Melalui Apel Purifikasi ini, kami ingin mempertemukan kembali para sahabat Banser lintas generasi agar tali persaudaraan semakin erat. Semangat pengabdian yang telah dibangun para senior harus terus diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Yoyok.
Ia menambahkan, Banser Ponorogo akan terus memegang teguh komitmen untuk menjadi bagian dari barisan terdepan dalam menjaga dan mengawal ulama NU. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kesiapan kader dalam menjalankan berbagai tugas sosial kemasyarakatan maupun tugas organisasi.

Salah satu agenda besar yang menjadi perhatian Banser saat ini adalah persiapan pengamanan Muktamar NU ke-35 di Tambak beras, Jombang. Untuk menghadapi agenda tersebut, konsolidasi dan kesiapsiagaan kader dinilai penting agar seluruh personel memiliki kesiapan secara fisik, mental, maupun organisasi.
“Banser akan tetap berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengawal ulama NU. Termasuk dalam persiapan pengamanan Muktamar NU ke-35 di Tambak beras Jombang. Karena itu, konsolidasi seperti ini sangat penting untuk memastikan seluruh kader siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” tegas Yoyok.
Menurutnya, kesiapan Banser tidak hanya diukur dari jumlah personel yang hadir, tetapi juga dari soliditas, kedisiplinan, loyalitas, serta pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai kader Gerakan Pemuda Ansor.
Apel Purifikasi juga menjadi momentum untuk kembali meneguhkan nilai-nilai dasar perjuangan Banser. Semangat kebersamaan, loyalitas, disiplin, kepedulian sosial, serta pengabdian kepada masyarakat diharapkan tetap menjadi karakter utama setiap kader.

Dengan melibatkan sekitar 1.000 kader, kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Banser Ponorogo memiliki kekuatan organisasi yang solid dan siap digerakkan untuk kepentingan kemasyarakatan serta agenda-agenda besar Nahdlatul Ulama.
Selain aspek kesiapan menghadapi Muktamar NU ke-35, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat hubungan antarkader lintas generasi. Para senior diharapkan dapat terus menjadi sumber pengalaman dan keteladanan bagi kader-kader muda, sementara generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan dan pengabdian organisasi.
Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan kaderisasi Banser. Sebab, kekuatan organisasi tidak hanya bertumpu pada struktur, tetapi juga pada hubungan persaudaraan, komunikasi, serta kesamaan visi dalam menjalankan pengabdian.
Melalui Apel Purifikasi, Banser Ponorogo kembali menegaskan tekad untuk menjaga soliditas organisasi, memperkuat kaderisasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai agenda besar NU. Seluruh kader diharapkan mampu menjalankan setiap amanah dengan disiplin, humanis, dan penuh tanggung jawab.
Konsolidasi tersebut menjadi penanda bahwa Banser Ponorogo siap mengambil bagian dalam setiap tugas pengabdian, termasuk mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang, dengan tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kebangsaan, dan pengabdian kepada Nahdlatul Ulama.
- Reporter : Anang Sastro.












