Foto : Aspal Dingin dan Kualitas Dipertanyakan, Proyek Perbaikan Jalan Provinsi Kawasan Kota Pacitan Jadi Sorotan, Senin (27/10/2025).
PACITAN I jktv.co.id – Proyek perbaikan jalan provinsi di kawasan Kota Pacitan kini menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pekerjaan pengaspalan yang menggunakan metode aspal dingin diduga dilakukan dalam kondisi cuaca yang kurang ideal, bahkan sempat berlangsung saat hujan gerimis. Hal ini menimbulkan keresahan warga karena hasil permukaan jalan dinilai bergelombang, cepat rusak, dan tidak rata.

Pantauan lapangan JKTV.co.id pada Senin 27 Oktober 2025 menunjukkan beberapa titik di ruas Jalan Basuki Rahmad, tepatnya di sekitar kawasan pusat kota Pacitan, tampak tidak rata. Di sejumlah bagian bahkan terlihat gumpalan aspal dan permukaan bergelombang yang berpotensi membahayakan pengendara motor.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Pemerintah Propinsi Jawa Timur, UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan di Pacitan, Budi Hari Santoso mengungkapkan bahwa perbaikan jalan di sepanjang kawasan itu jenis hotmix, yang menggumpal telah direjek/ afkir, ditolak oleh PPK, sedang yang digelar adalah yang masuk secara spesifikasi.
“Kami sudah cek lapangan. Dan memang banyak aspal yang menggumpal. Karena memang aspal digelar dalam kondisi suhu dingin,” jelasnya.
Meski begitu, lanjut Budi Hari Santoso, proyek perbaikan jalan ini tetap harus melaksanakan evaluasi pekerjaannya. Proyek jalan provinsi di Kecamatan Pacitan ini sangat disayangkan. Aspal hotmix tersebut diduga kualitas dan kuantitas kurang begitu bagus.
Sementara aspal hotmik yang dikerjakan CV.Edomix dimungkinkan temperatur suhu panas kurang dari 100 derajat sehingga banyak yang menggumpal dan susah untuk digelar di jalan. Ada dua faktor atau untuk jenis bahan dari batu pecah kurang berkualitas dan biasanya hanya diperbanyak aspal curah dan bisa untuk jarak tempuh antara Proyek dengan Asphalt Mixing Plant (AMP) pabrik pencamur aspal.
Sementara itu, salah seorang warga, Wahyu (42), pengguna jalan mengaku kecewa dengan kualitas pekerjaan tersebut. “Belum lama selesai, tapi sudah kelihatan bergelombang. Kalau malam hari dan kondisi hujan, sangat berisiko bagi pengendara. Seharusnya pengerjaan jalan seperti ini tidak dilakukan saat cuaca tidak mendukung,” ujarnya.
Menanggapi sorotan tersebut, masyarakat berharap pemerintah provinsi maupun kontraktor pelaksana segera melakukan evaluasi kualitas pekerjaan dan memastikan proyek tidak hanya sekadar serapan anggaran semata, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi pengguna jalan.
“Pacitan ini daerah wisata, banyak tamu dari luar kota. Kalau jalannya rusak dan bergelombang seperti ini, tentu citra kota ikut buruk. Kami harap pemerintah turun tangan mengecek langsung,” ungkap Wahyu.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek dan instansi teknis terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan pengerjaan di tengah hujan serta hasil yang dinilai kurang maksimal.
- Reporter : Hargo HS.












