Foto : Bersaing di Era Digitalisasi, UKCW Dorong Standarisasi Penilaian dan Modernisasi Pembinaan Siswa PSHT, Selasa (07/6/2026).
MADIUN I jktv.co.id – Pemanfaatan teknologi digital dalam pembinaan siswa terus dikembangkan di lingkungan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun. Salah satu inovasi yang mulai diperkenalkan adalah UKCW, sebuah sistem digital yang dirancang untuk membantu pelaksanaan uji kompetensi siswa secara lebih objektif, terukur, dan transparan.
Ketua II Bidang Teknik dan Prestasi PSHT Pusat Madiun, Sidang Pranjoto, menjelaskan bahwa UKCW bukan sekadar perangkat penilaian, tetapi juga instrumen yang mendukung standarisasi pembinaan di seluruh cabang.
Menurutnya, salah satu manfaat utama UKCW adalah terciptanya kesamaan standar dalam pelaksanaan tes senam. Jumlah materi yang diujikan dibuat seragam, sementara pembobotan penilaian disusun secara berjenjang sesuai tingkat kemampuan siswa, mulai dari sabuk polos, jambon, hijau, putih hingga calon warga.
“Melalui sistem ini, setiap peserta diuji dengan standar yang sama, baik dari sisi materi maupun waktu pelaksanaan tes. Dengan demikian hasil yang diperoleh lebih objektif dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan,” ujarnya, Selasa (07/6/2026).
Selain itu, UKCW juga menerapkan kategori penilaian yang jelas dengan rentang nilai 40 hingga 95 yang dibagi dalam kategori sangat kurang, kurang, cukup, baik, dan baik sekali. Sistem tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran kemampuan siswa secara lebih akurat.
Dari sisi pelaksanaan, UKCW menawarkan efisiensi karena penilai maupun siswa cukup menggunakan telepon genggam. Proses penilaian tidak lagi bergantung pada penggunaan kertas dan pulpen sehingga lebih praktis, cepat, dan terdokumentasi secara digital.
Keunggulan lainnya adalah minimnya potensi kesalahan data karena identitas peserta diinput langsung oleh siswa. Sementara itu, aspek keamanan data mendapat perhatian khusus melalui pengelolaan server, hosting, dan aplikasi yang ditangani oleh tim teknologi informasi bersama administrator cabang.
Dengan tersedianya data yang terintegrasi dan terdokumentasi secara digital, UKCW juga diharapkan mampu membantu pengurus cabang dalam melakukan evaluasi serta menyusun kebijakan pembinaan berdasarkan data yang akurat.
“Manfaat UKCW bagi organisasi sangat luas. Apa yang disampaikan ini baru sebagian kecil. Jika dijelaskan secara menyeluruh, pembahasannya bisa berlangsung hingga dua jam pelajaran,” tambah Sidang Pranjoto.
Penerapan UKCW menjadi salah satu langkah modernisasi organisasi dalam meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat standarisasi penilaian, serta mendukung terciptanya sistem evaluasi yang lebih profesional dan akuntabel di lingkungan PSHT.
- Reporter : Anang Sastro.












