Foto : Saat Drs. Saifudin alias Brodin, silaturahmi kepada Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita, Kamis (24/9/2026).
PONOROGO I jktv.co.id – Bursa calon Wakil Bupati Ponorogo semakin dinamis. Setelah sejumlah nama mulai bermunculan, kini mantan anggota DPRD Kabupaten Ponorogo dua periode, Drs. Saifudin alias Brodin, secara terbuka menyatakan kesiapan maju sebagai calon Wakil Bupati Ponorogo.
Brodin menegaskan, langkah tersebut bukan sekadar wacana. Ia mengaku serius menyiapkan diri untuk masuk dalam proses pengisian kursi Wakil Bupati Ponorogo. Kesiapan itu, menurut Brodin, dibangun dari pengalaman politik dan legislatif yang pernah dijalaninya. Ia tercatat pernah menjadi anggota DPRD Ponorogo dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), periode 2004-2009 dan 2009-2011.
“Ini bukan sekadar gurauan. Saya serius ingin ikut berkontribusi melanjutkan pembangunan Ponorogo,” tegas Brodin, pada Kamis siang (23/9/2026).
Langkah politik Brodin mulai terlihat ketika dirinya mengaku telah melakukan silaturahmi sekaligus menghadap secara resmi kepada Lisdyarita. Menurut Brodin, pertemuan tersebut mendapat tanggapan positif. Namun, ia tidak merinci lebih jauh bentuk dukungan yang dimaksud maupun posisi politik Lisdyarita terkait pencalonannya.
Brodin juga menyatakan dalam waktu dekat akan mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) sebagai bagian dari persiapan persyaratan pencalonan.
Langkah tersebut menempatkan Brodin sebagai nama baru dalam dinamika bursa Wakil Bupati Ponorogo.
Bukan Membongkar, tetapi Melanjutkan, Brodin membawa narasi politik yang relatif jelas. melanjutkan program pembangunan yang sudah berjalan. Ia menyebut tidak ingin menjadikan pencalonannya sebagai momentum untuk membongkar seluruh kebijakan pemerintahan sebelumnya.
Sebaliknya, program yang dinilai baik akan dilanjutkan, sementara sektor yang masih memiliki kekurangan akan dibenahi.
“Visi dan misi saya adalah melanjutkan apa yang sudah tertuang dan tertata dalam rencana pembangunan daerah. Sebagai orang politik, kami memahami komunikasi dengan legislatif dan siap memperbaiki aspek-aspek yang memang masih membutuhkan pembenahan,” ujarnya.
Pengalaman sebagai legislator, menurut Brodin, menjadi modal untuk memahami bagaimana membangun komunikasi antara eksekutif, legislatif dan masyarakat.
Ia juga mengklaim memiliki hubungan yang cukup baik dengan sejumlah pimpinan partai politik di Ponorogo. Sebagian di antaranya, kata Brodin, merupakan mantan kolega ketika dirinya masih duduk di DPRD.
Bursa Wabup Mulai Mengerucut…?.
Munculnya Brodin membuat peta kandidat Wakil Bupati Ponorogo semakin ramai. Namun, perlu ditegaskan bahwa proses pengisian jabatan tersebut memiliki mekanisme politik dan administratif tersendiri.
Dengan demikian, pertarungan menuju kursi orang nomor dua di Pemkab Ponorogo bukan hanya soal siapa yang menyatakan siap. Dukungan partai, komunikasi politik, persyaratan administratif serta mekanisme pemilihan di DPRD akan menjadi bagian penting dalam menentukan perjalanan masing-masing kandidat.
Brodin sendiri memilih untuk mulai membuka kartu lebih awal:
Dengan pengalaman dua periode di parlemen, jaringan politik yang diklaim masih terjaga, pertemuan dengan Lisdyarita, serta rencana pengurusan SKCK, Brodin menunjukkan bahwa langkah menuju kursi Wakil Bupati Ponorogo mulai ia persiapkan secara serius.
Kini tinggal bagaimana manuver politik tersebut berkembang apakah berhenti sebagai deklarasi kesiapan, atau benar-benar masuk ke arena perebutan kursi Wakil Bupati Ponorogo.
- Reporter : Anang Sastro.












