Foto : Bupati Wonogiri Nyatakan Dukungan Penuh terhadap Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Senin (21/4/2025).
WONOGIRI I jktv.co.id – Pemerintah Kabupaten Wonogiri menyatakan komitmennya dalam mendukung percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh wilayah desa dan kelurahan. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, saat menghadiri Sosialisasi Percepatan Pembentukan KDMP yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Senin (21/4/2025).
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 09 Tahun 2025, serta Surat Edaran Menteri Koperasi dan Menteri Desa yang mengatur mekanisme pembentukan dan teknis pelaksanaan KDMP.
Bupati Setyo menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten siap menjalankan program nasional ini secara menyeluruh. Direncanakan, sebanyak 294 desa dan kelurahan di Wonogiri akan membentuk koperasi baru.
“Ini merupakan program strategis dari pemerintah pusat yang perlu segera diimplementasikan. Koperasi adalah lembaga ekonomi yang sudah akrab di masyarakat, sehingga pendekatan ini sangat relevan,” ujarnya.
Menurut data Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM, saat ini terdapat 748 koperasi aktif di Kabupaten Wonogiri, dengan berbagai bidang usaha seperti simpan pinjam, jasa, konsumen, produsen, dan pemasaran. Bupati menyebut bahwa pembentukan KDMP dapat dilakukan melalui pendirian koperasi baru, pengembangan koperasi yang sudah ada, atau revitalisasi koperasi tidak aktif.
Namun, dari hasil sosialisasi, banyak kepala desa dan lurah yang lebih memilih mendirikan koperasi baru agar tidak mengganggu operasional koperasi yang telah berjalan. Bupati pun mendukung langkah tersebut, selama koperasi yang dibentuk mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memiliki arah usaha yang jelas.
“Kunci keberhasilan terletak pada perencanaan yang matang, data yang obyektif, serta manajemen yang akuntabel. Saya minta agar seluruh pihak memahami petunjuk teknis yang ada agar tidak timbul permasalahan di kemudian hari,” tegas Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM, Wahyu Widayati, menambahkan bahwa KDMP diharapkan mampu menjangkau berbagai sektor yang dibutuhkan oleh masyarakat. Setidaknya ada tujuh jenis koperasi potensial yang bisa dikembangkan, antara lain outlet sembako, apotek desa, koperasi simpan pinjam, klinik desa, cold storage, distribusi logistik, dan kantor koperasi.
“Kami juga terbuka jika masing-masing desa memiliki ide dan konsep koperasi yang disesuaikan dengan potensi lokalnya. Fleksibilitas ini penting agar koperasi benar-benar tumbuh dari dan untuk masyarakat desa,” ujar Wahyu.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan keterlibatan aktif desa, program KDMP diharapkan mampu memperkuat ekonomi kerakyatan dan menjadi pilar penting pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan.
- Reporter : Minul – Hargo.












