Foto : Hariyanto, Ketua Grib Jaya Ponorogo saat menjadi penengah kedua belah pihak, antara Kades Kunthi dan Wiji Lestari Berakhir Damai, Rabu (12/8/2026)
PONOROGO I jktv.co.id – Persoalan antara Kepala Desa Kunthi, Kecamatan Bungkal, Kartono, dengan Wiji Lestari akhirnya berakhir damai. Kesepakatan tersebut dicapai pada Rabu (12/8/2026) dan ditandai dengan penandatanganan kesepakatan damai oleh kedua pihak.
Proses perdamaian tersebut disaksikan Hariyanto / Hari Bara Ketua GRIB Jaya Ponorogo serta Darmono, yang merupakan paman Wiji Lestari. Kedua pihak sepakat mengakhiri persoalan yang sebelumnya sempat memicu polemik dan pemberitaan di tengah masyarakat.
Sementara Wiji Lestari menegaskan bahwa dirinya memilih mengedepankan kebersamaan dan kekeluargaan demi menjaga hubungan baik serta membuka ruang untuk kehidupan yang lebih harmonis ke depan.
“Untuk kebaikan bersama, saya akan mencabut laporan besok (Jumat, 14/8),” ungkap Wiji.
Terkait informasi yang beredar mengenai dugaan persoalan utang-piutang maupun isu jaminan sertifikat yang disebut-sebut menjadi pangkal persoalan, Wiji memberikan klarifikasi tegas. Ia membantah adanya sertifikat yang dipinjam ataupun disalahgunakan.
“Tidak ada istilah pinjam sertifikat. Sertifikat saya ada di rumah dan semua masalah sudah selesai,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wiji juga mengungkapkan bahwa laporan yang sebelumnya dibuat merupakan inisiatif pribadinya karena terbawa emosi dalam situasi yang terjadi. Ia mengaku tidak mengetahui bahwa peristiwa tersebut kemudian diikuti sejumlah wartawan dan berkembang menjadi pemberitaan.
“Karena lama tidak bertemu dan sulit komunikasi, sehingga terjadi insiden kemarin,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kunthi Kartono menyambut baik berakhirnya persoalan tersebut melalui jalan damai. Ia berharap kesepakatan ini menjadi titik balik bagi seluruh masyarakat Desa Kunthi untuk kembali menjaga kerukunan dan bersama-sama membangun desa.
“Kita berharap ini menjadi momentum untuk kita sama-sama bersatu, tidak mudah terprovokasi oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” tegas Kartono.
Hal senada disampaikan Hariyanto / Hari Bara Ketua GRIB Jaya Ponorogo. Menurutnya, penyelesaian persoalan melalui musyawarah dan kemampuan menahan emosi merupakan langkah penting agar sebuah persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Syukur semua bisa berakhir dengan damai dan tanpa adanya tuntutan. Semoga ke depan Desa Kunthi, Bungkal, guyub rukun bersama membangun desa dengan baik di bawah kepemimpinan Kades Kartono,” pungkasnya.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, kedua pihak berharap polemik yang terjadi tidak lagi diperpanjang. Perdamaian diharapkan menjadi momentum untuk mengembalikan suasana kondusif sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat Desa Kunthi dalam pembangunan desa.
- Reporter : Anang Sastro.












