Foto : Prosesi penyerahan tokoh wayang dari Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Ponorogo kepada Ki Dalang Anom Dwijokangko, S.Sn., Jumat (06/8/2026).
PONOROGO I jktv.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80, SMP Negeri 1 Ponorogo sukses menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk, Jumat (6/8/2026). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan menjadi salah satu rangkaian peringatan perjalanan panjang SMP Negeri 1 Ponorogo dalam mengabdikan diri di dunia pendidikan.
Pagelaran wayang kulit menghadirkan Ki Dalang Anom Dwijokangko, S.Sn., dengan membawakan lakon Aji Pancasona. Pertunjukan seni tradisional tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi warga sekolah dan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga serta melestarikan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.

Kemeriahan acara semakin lengkap dengan hadirnya sejumlah bintang tamu, di antaranya Kirun CS, Duo Jo Klinik Jo Klutuk, serta Lusi Brahman. Kehadiran para pengisi acara tersebut menambah semarak suasana peringatan HUT ke-80 SMP Negeri 1 Ponorogo.
Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 1 Ponorogo, Kuat, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pagelaran wayang kulit dalam rangka memperingati hari jadi sekolah yang telah memasuki usia ke-80 tahun.
“Alhamdulillah, kita dapat melaksanakan kegiatan pagelaran wayang kulit dalam rangka Hari Ulang Tahun SMP Negeri 1 Ponorogo,” ungkap Kuat.

Menurutnya, perjalanan 80 tahun bukanlah waktu yang singkat. Selama delapan dekade, SMP Negeri 1 Ponorogo terus berupaya mempertahankan eksistensi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan bagi generasi penerus bangsa.
Kuat menegaskan bahwa SMP Negeri 1 Ponorogo dari masa ke masa harus tetap berdiri kokoh sebagai lembaga pendidikan yang mampu menjadi tempat candradimuka dan menempa ilmu bagi para peserta didik.
Sekolah, lanjutnya, bukan sekadar tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk karakter, kepribadian, mental, serta nilai-nilai kehidupan.
“Kami ingin SMP Negeri 1 Ponorogo terus menjadi tempat candradimuka, tempat menempa ilmu bagi generasi penerus bangsa agar menjadi generasi yang cerdas, bermartabat dan berkarakter,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kuat juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga rangkaian kegiatan HUT ke-80 dapat terlaksana dengan baik.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Komite SMP Negeri 1 Ponorogo, para wali murid, pemerintah, serta seluruh stakeholder yang selama ini turut memberikan perhatian dan dukungan terhadap kemajuan sekolah.
Ia berharap sinergi antara sekolah, komite, wali murid, pemerintah dan seluruh stakeholder dapat terus terjaga sehingga SMP Negeri 1 Ponorogo mampu menghadapi tantangan pendidikan yang semakin berkembang.
Kuat juga berharap SMP Negeri 1 Ponorogo tetap menjadi salah satu sekolah terbaik di Kabupaten Ponorogo dan terus memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi penerus bangsa.

Memasuki usia ke-80, pihak sekolah berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi. Peningkatan mutu pendidikan juga menjadi bagian penting dari langkah SMP Negeri 1 Ponorogo untuk menjawab kebutuhan generasi masa depan.
“Kami mohon doa restu, di usia yang ke-80 ini SMP Negeri 1 Ponorogo akan terus berbenah, berinovasi dan meningkatkan mutu pendidikan. Kami ingin sekolah ini menjadi rumah kedua yang nyaman bagi anak-anak, sekaligus tempat untuk mencetak generasi emas,” ujarnya.
Pagelaran wayang kulit semalam suntuk tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa kemajuan pendidikan tidak harus meninggalkan akar budaya. Justru melalui kegiatan kebudayaan, nilai-nilai luhur dapat terus dikenalkan kepada generasi muda.
Lakon Aji Pancasona yang dibawakan Ki Dalang Anom Dwijokangko menjadi sajian utama dalam malam perayaan tersebut. Penampilan sang dalang mendapat perhatian dan antusiasme dari para penonton yang hadir.

Prosesi penyerahan tokoh wayang dari Kepala SMP Negeri 1 Ponorogo, Kuat, S.Pd., kepada Ki Dalang Anom Dwijokangko, S.Sn., menjadi penanda dimulainya pagelaran wayang kulit semalam suntuk.
Momentum tersebut sekaligus menjadi simbol dimulainya perayaan HUT ke-80 SMP Negeri 1 Ponorogo dengan mengangkat seni budaya sebagai bagian dari identitas dan warisan yang harus terus dijaga.
Kesuksesan penyelenggaraan kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kebersamaan berbagai pihak. Pengurus komite, wali murid, pemerintah, keluarga besar SMP Negeri 1 Ponorogo serta seluruh stakeholder turut mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Peringatan HUT ke-80 ini diharapkan bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang SMP Negeri 1 Ponorogo, tetapi juga menjadi titik tolak untuk terus bergerak maju, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat karakter peserta didik, serta melahirkan generasi yang mampu bersaing dan tetap memiliki kepribadian serta jati diri.
Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, SMP Negeri 1 Ponorogo diharapkan terus menjadi rumah pendidikan yang nyaman, berkarakter, berprestasi dan mampu mencetak generasi emas untuk masa depan bangsa.
- Reporter : KRA. Anang Sastro.












