Foto : KRA Dwi Agus Prayitno Yudhonagoro saat hadir di acara Genduri Ageng Nusantara, Sabtu (16/5/2026).
PONOROGO I jktv.co.id – Agenda Genduri Ageng Nusantara yang digelar oleh Sentono Dalem dan Abdi Dalem Karaton Kasunanan Surakarta berjalan khidmat dan penuh nuansa adat Jawa di Joglo Dalem Ageng Besari pada Sabtu, 16 Mei 2026, menjadi momentum penting dalam mempertegas kuatnya ikatan budaya antara Ponorogo dengan adat istiadat Keraton Kasunanan Surakarta yang telah mengakar sejak lama.
Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agung Prayitno, S.H.,M.Si menegaskan bahwa tradisi dan adat istiadat Jawa, khususnya yang berasal dari Keraton Kasunanan Surakarta, bukan hanya warisan budaya semata, melainkan fondasi moral dan identitas masyarakat Ponorogo yang harus terus dijaga di tengah arus modernisasi.

Menurut Dwi Agus, yang juga menyandang gelar Kanjeng Raden Aryo (KRA) Dwi Agus Prayitno Yudhonagoro, SH., M.Si, hubungan Ponorogo dengan Keraton Kasunanan Surakarta memiliki akar historis dan kultural yang sangat kuat. Kedekatan itu tercermin dalam tata nilai kehidupan masyarakat, penggunaan bahasa Jawa adiluhung, tradisi genduri, tata upacara adat, hingga filosofi penghormatan kepada leluhur yang masih dijaga secara turun-temurun.
“Budaya Jawa tidak boleh hanya menjadi simbol seremoni. Tradisi harus hidup dalam perilaku, etika, dan kehidupan masyarakat sehari-hari. Karena itu, hubungan budaya antara Ponorogo dan Keraton Kasunanan Surakarta harus terus dirawat dan dilestarikan,” tegasnya.

Ia menilai, Genduri Ageng Nusantara bukan sekadar agenda budaya tahunan, tetapi menjadi ruang pemersatu nilai-nilai luhur Nusantara sekaligus bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas warisan budaya yang masih tetap lestari hingga saat ini.
KRA Dwi Agus juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak tercabut dari akar budaya sendiri. Menurutnya, pelestarian adat istiadat merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah dan jati diri bangsa.

“Jika budaya dijaga, maka identitas bangsa akan tetap kuat. Ponorogo dan Keraton Kasunanan Surakarta memiliki ikatan budaya yang tidak bisa dipisahkan. Ini warisan besar yang harus terus diwariskan kepada generasi mendatang. Dan itu sesuai tema hari ini,”Merawat Tradisi dalam Bingkai Nusantara,”pungkasnya.
Pelaksanaan acara berlangsung penuh khidmat dengan nuansa budaya Jawa yang kental, mencerminkan bahwa adat istiadat bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan ruh peradaban yang tetap hidup dan relevan dalam kehidupan masyarakat modern.
- Reporter : Anang Sastro.












