Foto : KAI Daop 7 Madiun Koordinasi Intensif Tangani Dampak Gogosan Tanah, Jalur KA Kembali Bisa Dilalui, Senin (2/11/2026).
MADIUN I jktv.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus berkoordinasi dengan jajaran Daop 9 Jember untuk menangani dampak gogosan tanah akibat luapan air yang mengganggu perjalanan kereta api di wilayah Jember, Senin (2/11/2026). Upaya pengamanan dan normalisasi jalur dilakukan secara intensif demi memastikan keselamatan perjalanan kereta api.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan gangguan tersebut terjadi di Km 10+0/1 petak jalan Ledokombo (LDO)–Sempolan (SPL), wilayah kerja Daop 9 Jember.
Kondisi tersebut berdampak pada keterlambatan sejumlah perjalanan kereta api yang melintasi wilayah Daop 7 Madiun, baik menuju maupun dari wilayah tersebut.
KAI Daop 7 Madiun terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan Pusat Pengendalian Operasional Perjalanan Kereta Api (Pusdalopka) serta jajaran terkait di Daop 9 Jember. Koordinasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan penanganan di lapangan sekaligus memantau kondisi jalur secara real-time.
Berdasarkan pemantauan Pusdalopka pada pukul 09.32 WIB, dua perjalanan KA yang terdampak yakni KA Logawa relasi Ketapang–Madiun–Purwokerto dan KA Sri Tanjung relasi Ketapang–Madiun–Lempuyangan.
KA Logawa terpantau berada di Stasiun Kalibaru dengan keterlambatan 123 menit. Kereta tersebut diperkirakan tiba di Stasiun Madiun pada pukul 17.52 WIB.
Sementara itu, KA Sri Tanjung berada di Stasiun Glenmore dengan keterlambatan 58 menit. Estimasi kedatangan di Stasiun Madiun tercatat pukul 18.47 WIB.
Jalur Kembali Bisa Dilalui dengan Kecepatan Terbatas
Upaya penanganan dan pengamanan prasarana terus dilakukan oleh petugas di lapangan. KAI memastikan jalur tidak langsung dioperasikan secara normal sebelum kondisi dinyatakan aman untuk dilalui kereta api.
Tohari menyampaikan bahwa pada pukul 10.07 WIB, lokasi terdampak sudah dapat dilewati kereta api dengan pembatasan kecepatan maksimal 5 kilometer per jam.
“Keselamatan perjalanan kereta api adalah prioritas mutlak kami. Seluruh petugas di lapangan saat ini fokus melakukan pengamanan dan normalisasi jalur secara teliti sebelum dapat dilalui kembali dengan aman. Pada pukul 10.07 WIB, lokasi sudah dapat dilewati dengan batas kecepatan 5 kilometer per jam,” ujar Tohari.
Pembatasan kecepatan tersebut menjadi bagian dari upaya KAI dalam memastikan keselamatan perjalanan kereta api di tengah proses pemulihan prasarana.
KAI Siapkan Service Recovery bagi Pelanggan
Selain melakukan koordinasi dan penanganan operasional, KAI Daop 7 Madiun juga menyiapkan langkah pemulihan pelayanan atau service recovery bagi pelanggan yang terdampak keterlambatan.
Penanganan tersebut diberikan sesuai ketentuan yang berlaku kepada penumpang di stasiun-stasiun wilayah Daop 7 Madiun.
KAI juga memberikan kesempatan kepada pelanggan yang memutuskan membatalkan perjalanan akibat gangguan tersebut untuk memperoleh pengembalian bea tiket sebesar 100 persen.
Tohari menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan prasarana di wilayah Daop 9 Jember.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan kereta api. KAI terus berupaya melakukan penanganan dan memastikan perjalanan dapat kembali berjalan dengan aman,” ujarnya.
KAI Daop 7 Madiun mengimbau pelanggan untuk terus memantau informasi terkini mengenai perjalanan kereta api melalui petugas di stasiun maupun Contact Center KAI 121.
Upaya koordinasi, penanganan prasarana, serta pemulihan pelayanan kepada pelanggan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen KAI dalam menjaga keselamatan dan meningkatkan kualitas layanan perjalanan kereta api.
- Reporter : Esa.












