KPM 108 UIN Ponorogo Angkat Potensi Lokal Desa Pupus ,Gagas Inovasi Teh Herbal “Serajaka” dari Rambut Jagung

MAGETAN | Jktv.co.id — Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 108 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo memperkenalkan inovasi minuman herbal berbasis bahan lokal bertajuk Teh Serajaka singkatan dari Teh Seduhan Rambut Jagung dan Kayu Manis. Inovasi ini resmi diluncurkan dalam acara bertema “Peluncuran Produk Inovatif Berbasis Potensi Lokal” yang diselenggarakan di Balai Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan.(8/08/2025)

Pemanfaatan rambut jagung bagian tanaman yang umumnya dianggap limbah sebagai bahan baku minuman herbal bernilai ekonomi menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Produk ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pemerintah setempat. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Magetan, Ibu Ismairini, S.Sos, serta tokoh-tokoh masyarakat desa seperti pengurus PKK, Gapoktan, Fatayat NU, dan Karang Taruna.

“Inovasi ini menunjukkan bahwa kreativitas anak muda mampu mengangkat potensi desa menjadi peluang usaha yang menjanjikan,” ujar Ismairini dalam sambutannya. Ia menambahkan, kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menjadi kunci keberhasilan pembangunan berbasis lokalitas.

Dalam sesi presentasi, dua mahasiswa Prodi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) UIN Ponorogo, Desy Rahma dan Kalyana, menjelaskan proses pembuatan Teh Serajaka secara ilmiah. Proses tersebut meliputi pemilihan dan pengeringan rambut jagung, pencampuran dengan kayu manis sebagai penyeimbang rasa dan aroma, serta pengujian laboratorium yang menunjukkan potensi kandungan antioksidan dan manfaat kesehatan lainnya.

Teh Serajaka tidak hanya dihadirkan sebagai alternatif minuman sehat, tetapi juga dirancang menjadi produk ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Mahasiswa KPM Kelompok 108 mendorong agar pengelolaan dan produksi teh ini dilanjutkan oleh kelompok ibu PKK dan petani jagung setempat sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

“Harapan kami, Teh Serajaka bisa menjadi produk unggulan Desa Pupus yang tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar regional maupun nasional,” ungkap Koordinator KPM 108 dalam sambutannya.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, KPM UIN Ponorogo optimis bahwa Teh Serajaka akan menjadi ikon baru olahan jagung khas Magetan serta simbol keberhasilan inovasi mahasiswa dalam mendukung ketahanan ekonomi desa.

  • Reporter : Minul Anggraeni
JK TV Copyright