NGAWI | Jktv.co.id– Nasib tragis menimpa seorang nenek asal Desa Sawo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi. Parni (70), ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang karena hanyut terbawa arus sungai saat pulang dari sawah.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Sabtu siang (17/05/2025). Parni diketahui terakhir kali terlihat tengah bekerja menyiangi rumput di lahan pertaniannya. Namun hingga sore, ia tak kunjung pulang ke rumah. Keluarga dan warga pun mulai khawatir dan melaporkan kejadian ini.
Menurut penuturan Lamiadi, tetangga korban, Parni memang terbiasa menyeberangi sungai yang merupakan anak aliran Bengawan Madiun untuk menuju sawahnya. Sungai tersebut menjadi jalur tercepat dari rumah menuju lahan pertanian.
“Setiap hari beliau menyebrang sungai itu untuk ke sawah. Sabtu siang itu sempat terlihat masih di sawah sekitar jam 12. Tapi tak lama hujan deras turun dan air sungai naik cukup tinggi,” ujar Lamiadi pada Senin (19/05/2025).
Diduga, Parni mencoba menyeberang saat debit sungai sedang tinggi akibat hujan deras. Arus kuat kemungkinan menyeret tubuhnya hingga hanyut terbawa aliran sungai.
Tim SAR gabungan bersama para relawan langsung melakukan pencarian sejak Minggu pagi (18/05). Setelah menyusuri aliran sungai secara manual, jasad korban akhirnya ditemukan pada Senin siang (19/05), di kawasan Bangkle, sekitar 10 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang.
“Korban ditemukan sekitar pukul 11 siang di Bangkle. Lokasinya cukup jauh dari tempat kejadian awal,” ungkap Yoyok, anggota tim Rescue Ngawi.
Jenazah korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap bahaya sungai saat musim hujan dan cuaca ekstrem.
- Reporter : Minul Anggraeni












