Foto : Pembangunan Jalan Rigid Beton BKD di Desa Clebung Dipertanyakan Warga, Material Diduga Mirip Lumpur, Sabtu (6/12/2025).
BOJONEGORO I jktv.co.id – Program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKD) yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bertujuan untuk pemerataan pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan di seluruh desa. Namun, proses pembangunan jalan rigid beton di Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, justru menimbulkan tanda tanya dari warga setempat.
Warga mempertanyakan kualitas material yang digunakan dalam tahap pengerasan. Material yang digunakan di lapangan dinilai mirip lumpur, sehingga membuat akses warga terutama petani hutan sekitar Dusun Maor semakin sulit dilalui, terlebih saat kondisi hujan.
Pembangunan tersebut berlokasi di jalur Desa Clebung menuju Dusun Maor, dengan nilai anggaran sekitar Rp 4,4 miliar pada tahun 2025. Salah satu warga Dusun Maor, berinisial LSN, saat dimintai keterangan pada Sabtu (6/12/2025) sore menyampaikan rasa senang karena jalan desanya akhirnya dibangun. Namun, ia menyoroti kualitas pengerjaan yang dianggap tidak sesuai harapan.
“Senang pak jalannya dibangun, nanti pasti enak. Tapi proses pengerjaannya harus benar karena biayanya besar. Masak memakai material mirip lumpur seperti ini? Tidak benar kalau begini,” ujarnya.
Menanggapi keluhan warga, Bayu Gunawan, selaku Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak), memberikan penjelasan. Ia menyebut kondisi lapangan menjadi becek karena hujan, sementara bahan pengerasan seperti batu basecourse belum datang sepenuhnya.
“Iya, kemarin hujan jadi becek karena basecourse belum datang, pak,” jelas Bayu saat dikonfirmasi.
Warga berharap pembangunan jalan ini dikerjakan dengan kualitas terbaik sesuai anggaran yang besar, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Clebung dan Dusun Maor. Pemerintah desa dan Timlak diminta lebih memperhatikan teknis pengerjaan agar tidak menimbulkan kekecewaan.
- Reporter : aji.












