Perhutani Bersama TNI, Polri, BPBD dan Relawan Bergerak Cepat Tangani Kebakaran Hutan di Gunung Wawar

Foto : Perhutani Bersama TNI, Polri, BPBD dan Relawan Bergerak Cepat Tangani Kebakaran Hutan di Gunung Wawar, Sabtu (12/7/2026). 

PONOROGO I jktv.co.id – Kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Gunung Wawar, tepatnya di Petak 23 RPH Watubonang, BKPH Ponorogo Barat, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ponorogo bergerak cepat melakukan koordinasi dan penanganan bersama lintas sektoral untuk mencegah meluasnya kebakaran.

Proses penanganan melibatkan personel Perhutani, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Ponorogo, pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat sekitar. Seluruh unsur bahu-membahu melakukan pemadaman serta pemantauan di lokasi guna mengendalikan titik api yang berpotensi meluas akibat kondisi cuaca kering dan tiupan angin.

Asper BKPH Ponorogo Barat, Jhevi Nurvitria, mengatakan bahwa sejak informasi kebakaran diterima, Perhutani langsung melakukan langkah cepat dengan berkoordinasi bersama seluruh instansi terkait.

Sinergi antara Perum Perhutani BKPH Ponorogo Barat dan Polsek Jambon dalam upaya mitigasi gangguan keamanan hutan (Gukamhut) serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Melalui komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang baik, diharapkan tercipta kondisi kawasan hutan yang aman, kondusif, serta terhindar dari potensi gangguan maupun kebakaran.

“Kejadian kebakaran hutan di kawasan Gunung Wawar, Petak 23 RPH Watubonang, BKPH Ponorogo Barat menjadi perhatian bersama. Perum Perhutani bergerak cepat dengan melakukan koordinasi dan penanganan di lapangan bersama unsur lintas sektoral, meliputi TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, penanganan kebakaran hutan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi seluruh elemen menjadi kunci utama agar api dapat segera dipadamkan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap ekosistem hutan maupun lingkungan sekitar.

“Penanganan ini merupakan wujud sinergi dan kolaborasi semua pihak dalam upaya memadamkan api, mencegah perluasan kebakaran, serta melindungi kawasan hutan. Kami mengapresiasi dukungan dan kerja sama seluruh pihak yang telah terlibat,” tambahnya.

Selain fokus pada proses pemadaman, Perhutani juga mengingatkan pentingnya upaya pencegahan. Memasuki musim kemarau, risiko kebakaran hutan meningkat sehingga diperlukan kesadaran seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api.

Perhutani mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan, membuang puntung rokok sembarangan, maupun menyalakan api di kawasan hutan. Tindakan kecil yang dilakukan tanpa kehati-hatian dapat berakibat fatal dan mengancam kelestarian hutan serta keselamatan masyarakat.

“Hutan merupakan aset negara sekaligus penyangga kehidupan. Oleh karena itu, menjaga kelestariannya merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran kepada petugas,” tegas Jhevi.

Perhutani berharap kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat terus diperkuat sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan selama musim kemarau. Dengan kepedulian dan partisipasi semua pihak, kelestarian hutan di wilayah Ponorogo diharapkan tetap terjaga demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

  • Reporter : KRA. Anang Sastro. 
JK TV Copyright