SEMARANG | Jktv.co.id — Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah menegaskan bahwa penegakan hukum dalam Operasi Patuh Candi 2025 dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan selektif. Hal ini disampaikan oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jateng, AKBP Christoper Adhikara Lebang, dalam apel pengarahan di halaman Mako Ditlantas, Jumat (18/7/2025).
Menurut AKBP Lebang, meskipun fokus operasi adalah penegakan aturan, namun seluruh personel diimbau untuk tidak memberlakukan tilang secara merata. Ia meminta agar penindakan hanya dilakukan terhadap pelanggaran berat yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Jangan semua pelanggaran langsung ditilang. Untuk pelanggaran ringan, cukup diberikan teguran dan edukasi. Ini penting agar hukum tetap ditegakkan tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, AKBP Lebang menekankan pentingnya kepekaan petugas di lapangan, khususnya dalam menghadapi pelanggar dari kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan pelajar. Ia mengingatkan agar tindakan tegas tetap dilandasi dengan empati serta tidak menimbulkan ketakutan terhadap institusi kepolisian.
Pelaksanaan razia pada hari yang sama di Jalan Dokter Kariadi, Kota Semarang, menjadi contoh nyata penerapan arahan tersebut. Dari kegiatan tersebut, tercatat 11 pelanggar hanya diberi teguran, sedangkan 5 pelanggar lainnya dikenai sanksi tilang karena pelanggaran bersifat membahayakan.
Dalam razia tersebut, petugas juga menemukan kendaraan dinas milik salah satu instansi pemerintah yang melanggar karena masa berlaku Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) telah habis. Namun, petugas tidak langsung menilang, melainkan menghubungi pihak manajemen instansi terkait untuk melakukan pembinaan serta membantu pengurusan dokumen kendaraan.
Operasi Patuh Candi 2025 dijadwalkan berlangsung hingga 27 Juli 2025 dan menyasar peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyatakan bahwa pendekatan humanis dalam operasi ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam membangun kepercayaan publik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak selalu harus keras. Keselamatan bersama adalah prioritas, dan itu hanya bisa tercapai jika masyarakat merasa dilibatkan dan dihargai,” ujarnya.
Polda Jateng mengimbau masyarakat untuk menaati peraturan lalu lintas, demi menciptakan jalan raya yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua pengguna.
- Reporter : Minul Anggraeni












