Program MBG 2025 Dinilai Layak Menjadi Inovasi Daerah

Foto : Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd saat meninjau langsung di salah satu sekolah penerima Program MBG, Jumat (28/11/2025). 

MAGETAN I jktv.co.id – Program Manfaat Besar Gerakan (MBG) di Kabupaten Magetan terus menunjukkan dampak luas bagi kehidupan masyarakat. Tidak hanya menggerakkan sektor ekonomi, MBG juga berpengaruh pada dunia pendidikan dan penciptaan lapangan pekerjaan. Tiga sektor utama ini menjadi indikator penting keberhasilan program yang saat ini tengah dilombakan sebagai inovasi daerah.

  • MBG Dorong Penciptaan Lapangan Kerja :

Sejak digulirkan, MBG menjadi pendorong terbukanya lapangan pekerjaan baru di berbagai wilayah kecamatan. Program ini memicu tumbuhnya usaha kecil, sektor jasa, hingga kegiatan padat karya yang menyerap tenaga kerja lokal. Banyak warga yang sebelumnya kesulitan mencari pekerjaan kini memperoleh kesempatan baru dengan hadirnya kegiatan ekonomi berbasis masyarakat. Pemerintah daerah menilai MBG mampu mengurangi angka pengangguran sekaligus menambah produktivitas tenaga kerja di desa.

  • Perputaran Ekonomi dan Komoditas Pertanian Meningkat :

Di sektor pertanian, dampak MBG terlihat dari semakin stabilnya perputaran ekonomi pedesaan. Petani memperoleh akses lebih mudah terhadap pupuk, sarana produksi, dan pendampingan teknis. Komoditas unggulan seperti padi, cabai, dan hortikultura menunjukkan hasil panen yang lebih baik, sementara harga jual di pasar lokal juga terjaga. Aktivitas perdagangan antar kecamatan meningkat, menandakan hadirnya pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan.

  • Pengaruh Positif MBG Terhadap Performa Siswa :

Tidak hanya sektor ekonomi, program MBG juga menyentuh dunia pendidikan. Sejumlah sekolah melaporkan adanya peningkatan disiplin, kehadiran, dan motivasi belajar siswa. Dukungan kebutuhan dasar keluarga melalui MBG membuat anak-anak lebih fokus mengikuti pembelajaran tanpa terbebani persoalan rumah. Program pendampingan orang tua, literasi, serta pemenuhan gizi turut mendorong peningkatan performa akademik, terutama pada tingkat sekolah dasar dan menengah.

Dengan dampak positif di tiga sektor penting tersebut, MBG dinilai sebagai gerakan pembangunan sosial yang efektif dan menyeluruh. Kabupaten Magetan kini menjadi contoh bagaimana sebuah program berbasis pemberdayaan mampu mendorong perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat. Program MBG pun dinilai layak menjadi inovasi daerah yang berkelanjutan serta memberikan manfaat luas bagi generasi mendatang.

Seperti Marjoko,S.P salah satu Kepala Desa Joketro, Kecamatan Parang, Magetan ini juga menyampaikan bahwa Program MBG yang menjadi program nasional ini, menurutnya seperti dirancang sebagai gerakan kolaboratif untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat dari akar masalahnya.

Menurutnya, keberhasilan MBG terlihat dari meningkatnya aktivitas ekonomi, tumbuhnya usaha kecil, dan bertambahnya kesempatan kerja di desa-desa, seperti contah di wilayah Kecamatan Panrang ini.

“MBG bukan hanya program bantuan, tetapi gerakan yang menggerakkan masyarakat agar lebih produktif dan mandiri. Dampaknya kini mulai terlihat nyata di lapangan, khususnya di Desa Joketro ini,” ungkapnya, Jumat (28/11/2025).

Ia juga menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu penerima manfaat terbesar saat ini.”Petani kini lebih terbantu, mulai dari ketersediaan sarana produksi hingga pemasaran. Ini membuat roda ekonomi desa berjalan lebih cepat,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu wali sekolah, Ririn Yunita, mengapresiasi program MBG yang berdampak langsung pada anak-anak di bangku pendidikan. Menurutnya, setelah adanya dukungan kebutuhan dasar keluarga, performa belajar siswa mengalami peningkatan signifikan.

“Anak-anak lebih fokus belajar, tidak mudah absen, dan lebih semangat mengikuti pelajaran. Orang tua juga merasa terbantu sehingga bisa mendampingi anak belajar tanpa terbebani masalah ekonomi,” terang Ririn.

Ia juga menilai bahwa kegiatan pendampingan keluarga dan program literasi sangat membantu perkembangan karakter anak. “MBG membuat hubungan orang tua dan sekolah semakin dekat. Dampaknya bukan hanya nilai akademik, tetapi juga kepercayaan diri dan kedisiplinan siswa,” tandasnya.(Rep/Ang).

JK TV Copyright