RAT KUD Angker Bahas Pengelolaan Aset dan Arah Bisnis 2026, Anggota Tembus 4.000 Orang

Foto : RAT KUD Angker Bahas Pengelolaan Aset dan Arah Bisnis 2026, Anggota Tembus 4.000 Orang, Senin (08/6/2026). 

PONOROGO I jktv.co.id – Koperasi Unit Desa (KUD) Angker, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) tutup Buku 2025 sebagai forum tertinggi koperasi untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus menentukan arah kebijakan usaha pada tahun 2026.

Rapat yang dihadiri para anggota dan perwakilan kelompok dari dua wilayah Kecamatan, yaitu wilayah Kecamatan Sooko dan Kecamatan Pudak tersebut membahas sejumlah agenda penting, mulai dari penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, laporan tutup buku tahun 2025, hingga pembahasan Rencana Kerja (RK) dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi (RAPBK) Tahun 2026.

Ketua KUD Angker, Wahyudi, menyampaikan bahwa hingga saat ini jumlah anggota koperasi terus menunjukkan perkembangan positif. Tercatat, KUD Angker memiliki sekitar 4.000 anggota yang tersebar di wilayah Kecamatan Sooko dan Kecamatan Pudak.

Menurut Wahyudi, besarnya jumlah anggota tersebut menjadi modal penting bagi koperasi untuk terus berkembang dan meningkatkan pelayanan kepada seluruh anggota. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang diambil harus mempertimbangkan kepentingan anggota serta keberlanjutan usaha koperasi dalam jangka panjang.

“RAT merupakan wadah bagi seluruh anggota untuk mengetahui perkembangan koperasi sekaligus memberikan masukan terhadap program dan kebijakan yang akan dijalankan ke depan. Seluruh keputusan yang diambil merupakan hasil musyawarah demi kemajuan KUD Angker,” ujarnya.

Dalam forum RAT tersebut, sejumlah isu strategis turut menjadi bahan pembahasan. Di antaranya pemanfaatan dan penyewaan gedung aset milik KUD Angker yang digunakan untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jurug, Kecamatan Sooko per tahunnya 15 juta.

Selain itu, peserta rapat juga membahas penjualan satu unit kendaraan Truk milik koperasi sebesar 50 juta yang dinilai sudah tidak lagi optimal dalam mendukung kegiatan usaha. Tidak hanya itu, agenda terkait penjualan aset berupa tanah milik koperasi senilai 400 juta juga menjadi salah satu pembahasan yang mendapat perhatian seluruh anggota.

Berbagai usulan, tanggapan, dan masukan dari anggota mengemuka dalam rapat tersebut. Hal ini menunjukkan tingginya partisipasi anggota dalam mengawal kebijakan organisasi, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan aset dan pengembangan usaha koperasi.

Pembahasan mengenai aset koperasi menjadi salah satu fokus utama mengingat pengelolaan aset yang tepat dinilai dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan koperasi serta memperkuat kondisi keuangan organisasi di masa mendatang.

Para peserta rapat berharap setiap keputusan yang dihasilkan dalam RAT dapat memberikan manfaat bagi seluruh anggota dan mampu meningkatkan kinerja KUD Angker sebagai salah satu koperasi yang memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat pedesaan.

Melalui RAT ini, KUD Angker menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan prinsip-prinsip koperasi yang transparan, demokratis, dan berorientasi pada kesejahteraan anggota.

“Dengan dukungan ribuan anggota yang tersebar di dua kecamatan, koperasi diharapkan mampu menghadapi tantangan usaha sekaligus menangkap peluang pengembangan bisnis yang lebih luas pada tahun 2026,” tandasnya.

  • Reporter : Anang Sastro. 
JK TV Copyright