Foto : Ratusan Warga Di Kecamatan Bandar Tercatut Sebagai Nasabah Permodalan Nasional Madani, Sabtu (21/2/26).
PACITAN | jktv.co.id – Sejumlah warga Desa Petungsinarang Kecamatan Bandar Kabupaten Pacitan mengaku terkejut setelah mengetahui nama – namanya mereka tercatut sebagai nasabah sekaligus pinjaman di salah satu koperasi simpan pinjam (KSP) permodalan Nasional Madani ( PMN) padahal mereka merasa tidak pernah mengajukan pinjaman maupun anggota koperasi tersebut.
Menurut keterangan Kepala Dusun Krajan Desa Petungsinarang Subono (43) kasus ini bermula salah satu warganya hendak mengajukan pinjaman ke salah satu Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang yang di unit Bandar namun setelah di cek di Bank Indonesia (BI) ceking namanya merah karena nama bersangkutan masih mempunyai tanggungan di koperasi Permodalan Nasional Madani mekar,” ungkapan Sabtu (21/2/26).

Setelah itu warga saya kaget merasa tidak pernah pinjam di koperasi Permodalan Nasional Madani ( PNM mekar tersebut kemudian mendatangi kantor koperasi mekar, yang di Desa Bandar Kecamatan Bandar dari hasil konfirmasi pihak koperasi mekar namanya tertera sebagai nasabah mekar.Kemudian dia pulang menyampaikan kepada saudara merasa curiga sebanyak 25 orang mendatangi kantor koperasi hal serupa dari 25 orang tadi terkonfirmasi menjadi nasabah padahal juga tidak pernah meminjam koperasi mekar tersebut.
Lanjut ada 15 orang lagi juga mendangi kantor koperasi mekar hasilnya juga,kemudian para ketua RT di Desa Petungsinarang ke kantor mekar ironisnya hampir seratus (100) warga namanya tertera di koperasi mekar,” imbuhnya.
Hal tersebut warga meminta Kepada Desa Petungsinarang untuk pertemukan dengan para pegawai koperasi tersebut untuk audensi di balai desa
Petungsinarang.Audensi dan mediasi cukup alot apalagi ketika perwakilan koperasi mekar mereka karyawan baru tidak bisa memberikan penjelasan memadai kapada warga masyarakat.Hingga berita ini di turunkan pihak koperasi Permodalan Nasional Mardani (PNM)mekar yang ada di cabang Wonogiri Jawa Tengah belum bisa di konfirmasi,”tandasnya.
- Reporter: Hargo.












