PONOROGO | Jktv.co.id — Sosok Rektor IAIN Ponorogo, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag., mencuri perhatian publik dalam gelaran Ponorogo Creative Festival (PCF) 2025. Di tengah gemerlap festival budaya tahunan ini, kehadiran beliau tak hanya merepresentasikan institusi pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi simbol transformasi besar yang sedang dijalani kampus Islam negeri ini.
Rektor perempuan pertama IAIN Ponorogo itu hadir sebagai figur strategis—yang membawa pesan bahwa dunia akademik tak boleh terpisah dari denyut kreatif dan budaya masyarakat. Dalam balutan tema besar “PringHarmonic”, kehadiran Prof. Evi menjadi penegas bahwa nilai-nilai spiritual, intelektual, dan kreativitas bisa saling menyatu dalam satu tarikan nafas pembangunan daerah. (22/05/2025)
“Selamat datang Bu Rektor yang Senin besok akan dikukuhkan menjadi UIN, sangat luar biasa sekali,” ucap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, saat menyambut kehadirannya. Tepuk tangan tamu undangan pun menjadi penanda dukungan dan antusiasme atas transformasi kelembagaan IAIN Ponorogo menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

Langkah menuju status UIN bukan sekadar perubahan nama, tetapi juga perluasan mandat: dari kampus keilmuan menjadi aktor sosial dan budaya. Dalam PCF 2025, peran itu tampak nyata. Mahasiswa dan dosen IAIN Ponorogo terlibat aktif dalam produksi konten kreatif, dokumentasi acara, hingga narasi-narasi kebudayaan yang disuguhkan ke publik.
Sebagai pemimpin akademik, Prof. Evi membawa semangat baru: bahwa kampus Islam harus mampu hadir dalam ruang-ruang kolaboratif yang menyentuh langsung masyarakat. Tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga menghidupkan nilai—melalui seni, budaya, dan kontribusi nyata di panggung publik.
Dengan kepemimpinan yang inklusif dan visi kuat pada peran kampus dalam ekosistem ekonomi kreatif, Prof. Evi Muafiah tidak hanya sedang memimpin IAIN Ponorogo bertransformasi. Ia sedang memperluas makna pendidikan tinggi: menjadi cahaya di tengah masyarakat yang terus bergerak maju.
- Reporter : Minul Anggraeni












