WONOGIRI | Jktv.co.id – RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri menyatakan kesiapan penuh dalam menerapkan sistem Kamar Rawat Inap Standar (KRIS) untuk peserta BPJS Kesehatan. Kesiapan ini ditandai dengan selesainya renovasi fasilitas rawat inap sesuai standar yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Pencanangan RSUD dr. Soediran sebagai rumah sakit dengan layanan rawat inap standar KRIS dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 dan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri ke-284, yang digelar di Alun-alun Giri Krida Bakti, Selasa (20/5).
Direktur RSUD dr. Soediran, dr. Adi Dharma, menjelaskan bahwa sistem KRIS bertujuan memberikan layanan rawat inap yang setara bagi seluruh peserta BPJS Kesehatan, tanpa memandang kelas. Salah satu perbedaan signifikan adalah kapasitas kamar yang kini maksimal hanya berisi empat tempat tidur, masing-masing dilengkapi dengan kamar mandi dalam dan jarak antar tempat tidur yang sesuai standar.
“KRIS ini untuk peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien. Tidak ada lagi kamar berisi enam sampai delapan tempat tidur seperti dulu. Kini, setiap ruangan harus nyaman, aman, dan layak,” ujar dr. Adi.
Beberapa kriteria kamar KRIS yang telah dipenuhi antara lain:
- Ventilasi dan pencahayaan yang baik
- Pendingin udara (AC)
- Minimal dua stop kontak per tempat tidur
- Outlet oksigen di setiap sisi tempat tidur
- Nakas pribadi untuk setiap pasien
- Tirai atau partisi antar tempat tidur
- Ukuran tempat tidur minimal 200×90 cm, tinggi 50–80 cm
- Jarak antar tepi tempat tidur minimal 1,5 meter
dr. Adi memastikan bahwa seluruh fasilitas telah siap digunakan sebelum tenggat implementasi pada 30 Juni 2025, sebagaimana diamanatkan dalam Perpres.
Tak hanya berbenah dalam layanan, RSUD dr. Soediran kini juga resmi ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Satelit berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/288/2025. Rumah sakit ini akan menjadi tempat pendidikan dan pelatihan dokter serta tenaga kesehatan lain, berafiliasi dengan RSUD dr. Soedono Madiun dan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII).
“Saat ini kami sudah menjalin kerja sama dengan UII dan 16 lembaga pendidikan lainnya. Ke depan, dokter umum yang menjalani pendidikan spesialis bisa menempuh pendidikan klinis di sini,” tambahnya.
Dengan transformasi ini, RSUD dr. Soediran terus berkomitmen menjadi pusat layanan kesehatan, pendidikan, dan penelitian yang berkualitas untuk masyarakat Wonogiri dan sekitarnya.
- Reporter : Minul Anggraeni | Hargo












