“Super Gen Z”: Wonogiri Siapkan Generasi Muda Tangguh Hadapi Dunia Kerja

WONOGIRI | Jktv.co.id — Pemerintah Kabupaten Wonogiri tak tinggal diam melihat tantangan yang dihadapi generasi muda dalam dunia kerja. Melalui inovasi kurikulum pelatihan bertajuk “Super Gen Z”, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) merancang pendekatan baru untuk membekali Gen Z tak hanya dengan keterampilan teknis, tetapi juga kekuatan karakter dan kecakapan hidup.

Super Gen Z merupakan akronim dari Softskill Upgrade for Generation Z — sebuah kurikulum pengembangan yang menyisipkan materi softskill ke dalam seluruh proses pelatihan berbasis keterampilan (PBK). Tak hanya hadir di awal pelatihan, pendekatan ini mengintegrasikan nilai-nilai personal development, komunikasi, kepemimpinan, hingga manajemen keuangan ke dalam tiap kelas pelatihan seperti boga, tata rias, pengolahan hasil pertanian, las, dan elektronika.

“Dulu, softskill hanya muncul tiga hari di awal pelatihan. Sekarang, kami masukkan ke dalam setiap sesi keterampilan. Karena dunia kerja tidak hanya butuh orang yang bisa, tapi juga yang kuat, komunikatif, bisa memimpin, dan tahu cara mengatur diri,” ungkap Adi Rohmadi Abdullah, Kepala Balai Latihan Kerja Disnakerin Wonogiri, Kamis (22/5/2025).

Menurut Adi, langkah ini merupakan respons atas fenomena yang kerap disuarakan para HRD perusahaan: keluhan soal lemahnya etos kerja, kecemasan tinggi, dan kurangnya kemampuan sosial para Gen Z di dunia nyata. Super Gen Z hadir sebagai solusi strategis, bukan hanya untuk mencetak tenaga kerja, tapi membentuk pribadi tangguh yang siap survive.

Dari riset yang dilakukan bersama para instruktur pelatihan, 32 materi softskill berhasil dirumuskan menjadi empat pilar utama: pengembangan diri, komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen keuangan. Keempatnya dinilai sebagai fondasi paling relevan yang dibutuhkan oleh generasi muda agar tak hanya lolos seleksi kerja, tetapi juga bertahan dan berkembang dalam karier.

Kepala Disnakerin Kabupaten Wonogiri, Wiyanto, menambahkan bahwa program ini bukan sekadar formalitas pelatihan. “Harapan kami, peserta tidak hanya lulus uji kompetensi, tapi juga bisa masuk ke dunia kerja dan bertahan di sana. Lebih jauh lagi, mereka bisa naik kelas—meniti karier, menjadi manajer, bahkan membuka lapangan kerja,” tegasnya.

Dengan inovasi Super Gen Z, Wonogiri memberi bukti bahwa pelatihan vokasional tak harus konvensional. Di tengah dinamika zaman dan dunia kerja yang makin menantang, karakter adalah kunci. Dan dari Wonogiri, para Gen Z siap membuktikan: mereka bukan generasi rapuh, tapi generasi tangguh.

  • Reporter : Minul Anggraeni | Hargo
JK TV Copyright