foto : Seorang warga Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, menunjukkan kondisi rumah saat terjadi pemadaman listrik yang disebut kerap terjadi dalam beberapa waktu terakhir, Rabu (22/7/2026).
PACITAN|jktv.co.id – Kerap terjadinya pemadaman listrik di Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, memicu keluhan warga. Ketua Perkumpulan Kalikuning Sigap Bersinergi (KSB), Rojihan, bahkan mengancam akan mendatangi kantor PT PLN (Persero) ULP Pacitan untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban atas gangguan yang dinilai semakin sering terjadi.
Menurut Rojihan, pemadaman listrik belakangan ini terjadi berulang kali dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Ia mengaku heran karena gangguan listrik justru sering terjadi saat musim kemarau, bukan ketika musim penghujan yang biasanya rentan menyebabkan gangguan jaringan.
“Saya heran, akhir-akhir ini listrik sering padam. Kemarin listrik padam, tadi pagi juga begitu. Biasanya gangguan seperti ini terjadi saat musim hujan, tetapi sekarang musim kemarau justru semakin sering,” kata Rojihan, Rabu (22/7/2026).
Ia mengungkapkan, keluhan terkait pemadaman listrik telah beberapa kali disampaikan melalui grup komunikasi yang juga diikuti oleh pegawai PLN.
Namun hingga kini, menurutnya, belum ada penjelasan yang memuaskan maupun langkah konkret yang mampu mengurangi frekuensi pemadaman.
Karena itu, KSB berencana mengirimkan surat resmi kepada PLN ULP Pacitan sebagai bentuk protes sekaligus tuntutan agar persoalan tersebut segera ditangani secara serius.
“Kami meminta pertanggungjawaban dari PLN. Surat akan segera kami kirim dan dalam waktu dekat kami juga akan mendatangi kantor PLN Pacitan,” ujarnya.
Rojihan menilai, pemadaman listrik yang terus berulang tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kondisi tersebut juga berpotensi menyebabkan kerusakan peralatan elektronik milik warga.
“Jangan sampai ini dianggap biasa. Masyarakat dirugikan, aktivitas terganggu, dan ada risiko kerusakan barang elektronik akibat listrik yang sering padam,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya langkah pencegahan. Jika penyebab gangguan berasal dari pohon yang menyentuh jaringan listrik, PLN seharusnya melakukan inspeksi rutin dan memberikan sosialisasi kepada pemilik lahan agar dilakukan pemangkasan sebelum terjadi gangguan.
“Penelusuran jaringan harus dilakukan secara berkala. Jangan menunggu ada gangguan baru bergerak. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah kejadian,” ujarnya.
Rojihan bahkan melontarkan kritik keras terhadap manajemen PLN ULP Pacitan. Menurut dia, jika persoalan pemadaman yang berulang tidak mampu diatasi, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap kepemimpinan dan pengelolaan jaringan listrik di wilayah tersebut.
“Kalau memang tidak mampu membenahi manajemen internal maupun penanganan di lapangan, lebih baik pimpinan PLN ULP Pacitan dievaluasi dan diganti dengan yang lebih kompeten. Masyarakat tidak boleh terus-menerus menjadi pihak yang dirugikan akibat listrik yang sering padam,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari PT PLN (Persero) ULP Pacitan terkait keluhan warga Desa Kalikuning tersebut.
- Reporter: Hargo.












