DPC GMNI Blitar Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Rakyat dalam Aksi Cipayung Plus Blitar Raya

foto : Perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Blitar Raya menyerahkan dokumen berisi 11 tuntutan kepada Ketua DPRD Kabupaten Blitar,Kamis(25/6/2026).

BLITAR | jktv.co.id – DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Blitar menjadi salah satu organisasi mahasiswa yang aktif mengawal jalannya aksi demonstrasi yang digelar Cipayung Plus Blitar Raya di depan Kantor DPRD Kabupaten Blitar, Kamis (25/6/2026). Bersama organisasi mahasiswa lainnya, GMNI turut menyuarakan berbagai persoalan yang dinilai masih menjadi beban masyarakat dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat.

Dalam aksi tersebut, kader-kader GMNI Blitar terlibat sejak awal kegiatan, mulai dari long march dari kawasan Simpang Empat Kanigoro hingga penyampaian aspirasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Blitar. GMNI menegaskan bahwa keikutsertaan mereka dalam aksi merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

Ketua DPC GMNI Blitar, Adrian Nugraha menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki kewajiban untuk terus mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat. Menurutnya, berbagai tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut lahir dari keresahan masyarakat terhadap sejumlah persoalan yang masih dirasakan secara langsung.

“Mahasiswa tidak boleh diam ketika melihat adanya persoalan yang berdampak pada masyarakat. Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi rakyat dan mendorong pemerintah agar lebih responsif terhadap berbagai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adrian Nugraha (GMNI Blitar_red), juga menegaskan dukungannya terhadap 11 tuntutan yang disampaikan Cipayung Plus Blitar Raya, mulai dari stabilisasi harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga pendidik, penguatan independensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), penghentian kriminalisasi aktivis, hingga percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.

Selain menyampaikan tuntutan, GMNI Blitar menilai aksi demonstrasi merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dijaga bersama. Organisasi tersebut mengapresiasi seluruh peserta aksi yang tetap mengedepankan penyampaian aspirasi secara terbuka serta berharap pemerintah dapat merespons tuntutan mahasiswa melalui langkah-langkah konkret.

Aksi yang berlangsung hingga sore hari itu akhirnya berjalan kondusif setelah Ketua DPRD Kabupaten Blitar menerima dan berkomitmen meneruskan seluruh aspirasi mahasiswa kepada pihak yang berwenang. DPC GMNI Blitar menegaskan akan terus mengawal perkembangan dari tuntutan yang telah disampaikan agar tidak berhenti sebatas penyampaian aspirasi, tetapi juga menghasilkan kebijakan yang lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

  • Reporter : fiko
JK TV Copyright